Jangan Childfree, Keturunan Bukti Keharmonisan Keluarga
Muhajirin
Rabu, 25 Agustus 2021 - 14:00 WIB
Ilustrasi keluarga besar bahagia lantaran melahirkan generasi-generasi sholeh dan sholeha. Foto: Langit7.id/iStock
Pengasuh Pondok Pesantren Putri KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Nyai Hj Tho’atilah Ja’far Aqil, menjelaskan, dalam Islam keluarga harmonis adalah keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah. Salah satu cara mewujudkan keluarga harmonis itu adalah memiliki keturunan.
Menurut dia, anak-anak dalam keluarga membawa keberkahan, ketenangan, cinta, dan kasih sayang. Keharmonisan ini tergambar apik dalam keluarga Nabi Muhammad SAW melalui jalinan ikatan dan relasi keluarga yang baik.
Baca Juga:Punya Anak Bahagiakan Rasulullah, Childfree Salahi Tujuan Pernikahan
Potret keluarga baginda Nabi Muhammad SAW bisa menjadi teladan yang baik untuk mengimplementasikan kedekatan atau keintiman pada pasangan. Pasangan menikah yang sebelumnya memiliki keintiman baik, setelah punya anak bisa semakin intim dan akan lebih senang untuk menghabiskan waktu bersama.
“Anak membuat semua hal dalam hubungan itu menjadi lebih kuat,” kata Nyai Tho’atilah, dikutip laman NU, Rabu (25/8/2021). Keintiman tersebut bisa dibangun dengan komunikasi yang baik. Sebab, komunikasi merupakan satu hal yang dapat mempengaruhi keharmonisan dalam rumah tangga.
“Komunikasi juga merupakan kunci dari keharmonisan keluarga, karena melalui komunikasi, sesuatu yang semula tidak menemukan solusi akan secara mudah terselesaikan,” ucap Nyai Tho’atilah.
Baca Juga:Tips Agar Keluarga Tetap Kokoh di Era Industri 4.0
Menurut dia, anak-anak dalam keluarga membawa keberkahan, ketenangan, cinta, dan kasih sayang. Keharmonisan ini tergambar apik dalam keluarga Nabi Muhammad SAW melalui jalinan ikatan dan relasi keluarga yang baik.
Baca Juga:Punya Anak Bahagiakan Rasulullah, Childfree Salahi Tujuan Pernikahan
Potret keluarga baginda Nabi Muhammad SAW bisa menjadi teladan yang baik untuk mengimplementasikan kedekatan atau keintiman pada pasangan. Pasangan menikah yang sebelumnya memiliki keintiman baik, setelah punya anak bisa semakin intim dan akan lebih senang untuk menghabiskan waktu bersama.
“Anak membuat semua hal dalam hubungan itu menjadi lebih kuat,” kata Nyai Tho’atilah, dikutip laman NU, Rabu (25/8/2021). Keintiman tersebut bisa dibangun dengan komunikasi yang baik. Sebab, komunikasi merupakan satu hal yang dapat mempengaruhi keharmonisan dalam rumah tangga.
“Komunikasi juga merupakan kunci dari keharmonisan keluarga, karena melalui komunikasi, sesuatu yang semula tidak menemukan solusi akan secara mudah terselesaikan,” ucap Nyai Tho’atilah.
Baca Juga:Tips Agar Keluarga Tetap Kokoh di Era Industri 4.0