Jangan Suka Teriak ke Anak, Bisa Rusak Otak dan Psikis
Muhajirin
Jum'at, 03 Februari 2023 - 08:39 WIB
Ilustrasi anak dan orang tua (foto: langit7.id/Istock)
Pakar parenting, Ustaz Bendri Jaisyurrahman, meminta para orang tua tidak membiasakan berteriak kepada anak, karena berdampak pada fisik dan psikis.
Secara fisik, teriakan bisa merusak fungsi otak anak. Satu teriakan bisa merusak 10 ribu sel otak.Ada dua bagian otak yang paling terdampak. Pertama, otak korteks. Salah satu fungsi bagian otak ini adalah pengendali pikiran anak. Jika ini rusak, maka sama saja orangtua merusak sistem berfikir anak.
“Ketika berteriak, kita sebenarnya sedang merusak sistem berfikir anak.Sejatinya, seorang anak ingin rasa nyaman tapi dirampas oleh teriakan, terutama bagian korteks,” kata Ustaz Bendri dalam webinar parenting yang diikuti Langit7.id, Kamis (2/2/2023).
Baca Juga:Tips Cegah Penculikan Anak: Beri Pembekalan Hadapi Orang Asing
Kedua, teriakan akan menyasar bagian batang otak. Otak reptile yang membuat seseorang bisa bersikap refleks. Ironisnya, teriakan bisa merusak bagian otak itu, yang membuat anak kekurangan sikap refleks saat mendapat bahaya.
“Kalau diteriakin, batang otak atau otak reptil itu akan menebal. Kenapa banyak anak emosian, karena anak mendapat teriakan,” ucap Ustaz Bendri.
Secara fisik, teriakan bisa merusak fungsi otak anak. Satu teriakan bisa merusak 10 ribu sel otak.Ada dua bagian otak yang paling terdampak. Pertama, otak korteks. Salah satu fungsi bagian otak ini adalah pengendali pikiran anak. Jika ini rusak, maka sama saja orangtua merusak sistem berfikir anak.
“Ketika berteriak, kita sebenarnya sedang merusak sistem berfikir anak.Sejatinya, seorang anak ingin rasa nyaman tapi dirampas oleh teriakan, terutama bagian korteks,” kata Ustaz Bendri dalam webinar parenting yang diikuti Langit7.id, Kamis (2/2/2023).
Baca Juga:Tips Cegah Penculikan Anak: Beri Pembekalan Hadapi Orang Asing
Kedua, teriakan akan menyasar bagian batang otak. Otak reptile yang membuat seseorang bisa bersikap refleks. Ironisnya, teriakan bisa merusak bagian otak itu, yang membuat anak kekurangan sikap refleks saat mendapat bahaya.
“Kalau diteriakin, batang otak atau otak reptil itu akan menebal. Kenapa banyak anak emosian, karena anak mendapat teriakan,” ucap Ustaz Bendri.