Orang Tua Arsitek Peradaban, Harus Didik Anak Jadi Manusia Terbaik
Muhajirin
Sabtu, 11 Februari 2023 - 19:40 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/Istock)
Psikolog Ustadz Adriano Rusfi (Bang Aad) memandang orang tua memiliki peran penting sebagai arsitek peradaban. Dia merujuk pada Surah Ali-Imran ayat 110. Salah satu intisari ayat itu adalah tentang kaderisasi terbaik bertempat di rumah dan dimulai sejak anak masih berusia dini.
Anak-anak disiapkan dari rumah untuk menjadi manusia-manusia terbaik. Hal ini menunjukkan pentingnya ayah dan ibu menjadi arsitek peradaban terbaik daripadaapa yang disiapkan di luar rumah.
Berikut beberapa peran orangtua dalam membangun peradaban dari rumah:
Baca Juga:Psikolog: Suami Berperan Penting Obati Luka Pengasuhan Istri
1. Umat Terbaik Dibentuk, Tidak Diperoleh Begitu Saja
Surah Ali-Imran ayat 110 menyebutkan, umat terbaik peradaban tidak diperoleh begitu saja, tapi harus dibentuk. Arsitektur peradaban dalam keluarga tidak lagi membicarakan mimpiku, keinginanku, dan passion-ku tapi sudah menjadi kita yakni mimpi kita, keinginan kita, passion kita.
“Rumah tangga akan gagal sebagai arsitek peradaban jika gagal meyakinkan pada anak-anaknya tentang mimpi keluarga. Di sisi lain, generasi sekarang mudah sekali untuk menolak apa yang disampaikan orang tua,” kata Bang Aad, dikutip laman Mommischology, Sabtu (11/2/2023).
Anak-anak disiapkan dari rumah untuk menjadi manusia-manusia terbaik. Hal ini menunjukkan pentingnya ayah dan ibu menjadi arsitek peradaban terbaik daripadaapa yang disiapkan di luar rumah.
Berikut beberapa peran orangtua dalam membangun peradaban dari rumah:
Baca Juga:Psikolog: Suami Berperan Penting Obati Luka Pengasuhan Istri
1. Umat Terbaik Dibentuk, Tidak Diperoleh Begitu Saja
Surah Ali-Imran ayat 110 menyebutkan, umat terbaik peradaban tidak diperoleh begitu saja, tapi harus dibentuk. Arsitektur peradaban dalam keluarga tidak lagi membicarakan mimpiku, keinginanku, dan passion-ku tapi sudah menjadi kita yakni mimpi kita, keinginan kita, passion kita.
“Rumah tangga akan gagal sebagai arsitek peradaban jika gagal meyakinkan pada anak-anaknya tentang mimpi keluarga. Di sisi lain, generasi sekarang mudah sekali untuk menolak apa yang disampaikan orang tua,” kata Bang Aad, dikutip laman Mommischology, Sabtu (11/2/2023).