Bolehkah Belajar Islam Lewat Artificial Intelligence?
Muhajirin
Kamis, 16 Februari 2023 - 05:00 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kian mengalami perkembangan pesat. Muncul ChatGPT yangbisa menjawab segala pertanyaan yang diajukan, termasuk seputar agama. Namun, apakah seorang muslim bisa belajar Islam dari platform chatbot berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence)?
Pendiri Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat menjelaskan, ChatGPT tidak bisa dijadikan rujukan utama dalam belajar Islam. Hal itu dikarenakan ChatGPT tidak memberikan sumber otoritatif saat memberikan jawaban. Itu menyalahi unsur ilmiah dalam bidang keilmuan.
Baca Juga: AI Makin Canggih, Muncul ChatGPT yang Bisa Jawab Persoalan Agama
“Bisa enggak kemampuan-kemampuan yang bersifat artifisial kecerdasan itu dijadikan sebagai alat untuk belajar agama Islam? jawabannya antara ia dan tidak. Bisa dikatakan sebagaipembantu,” kata Ustaz Sarwat dalam tausiahnya di Majelis Telkomsel Taqwa, dikutip Rabu (15/2/2023).
Meski bisa membantu, tapi ChatGPT tidak bisa berperan sebagai rujukan utama dalam belajar Islam. Ini karena jawaban yang disadurkan tidak bersumber dari sumber-sumber yang otoritatif. “Sumber otoritatif ini kan problem kita hari ini. Otoritatif apa tidak, itu jadi masalahnya,” ucap Ustaz Sarwat.
Pendiri Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat menjelaskan, ChatGPT tidak bisa dijadikan rujukan utama dalam belajar Islam. Hal itu dikarenakan ChatGPT tidak memberikan sumber otoritatif saat memberikan jawaban. Itu menyalahi unsur ilmiah dalam bidang keilmuan.
Baca Juga: AI Makin Canggih, Muncul ChatGPT yang Bisa Jawab Persoalan Agama
“Bisa enggak kemampuan-kemampuan yang bersifat artifisial kecerdasan itu dijadikan sebagai alat untuk belajar agama Islam? jawabannya antara ia dan tidak. Bisa dikatakan sebagaipembantu,” kata Ustaz Sarwat dalam tausiahnya di Majelis Telkomsel Taqwa, dikutip Rabu (15/2/2023).
Meski bisa membantu, tapi ChatGPT tidak bisa berperan sebagai rujukan utama dalam belajar Islam. Ini karena jawaban yang disadurkan tidak bersumber dari sumber-sumber yang otoritatif. “Sumber otoritatif ini kan problem kita hari ini. Otoritatif apa tidak, itu jadi masalahnya,” ucap Ustaz Sarwat.