Tafsir Al Isra Ayat 1: Isra Mi’raj Bukti Kemahabesaran Allah
Fajar adhitya
Sabtu, 18 Februari 2023 - 15:01 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Pengertian Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Baitul Maqdis di Palestina lalu melewati langit ke-7 menuju Sidratul Muntaha. Jumhur ulama berpendapat Isra Mi’raj terjadi pada 27 Rajab sekitar tahun 10 kenabian.
Salah satu kisah Isra Mi'raj dalam Al-Qur'an adalah Surat Al Isra ayat 1. Ayat ini menjelaskan tentang Isra nya Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis pada malam hari.
Baca juga: Hikmah Isra Miraj Menurut Ustaz Muhammad Al-Habsyi
Firman Allah:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Terjemah : Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Ayat tersebut dibuka dengan kalimat yang sangat bagus (bara'atu istihlaal) yakni سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى yang menunjukkan kemahabesaran Allah. Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menerangkan bahwa isra merupakan peristiwa luar biasa.
Salah satu kisah Isra Mi'raj dalam Al-Qur'an adalah Surat Al Isra ayat 1. Ayat ini menjelaskan tentang Isra nya Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis pada malam hari.
Baca juga: Hikmah Isra Miraj Menurut Ustaz Muhammad Al-Habsyi
Firman Allah:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Terjemah : Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Ayat tersebut dibuka dengan kalimat yang sangat bagus (bara'atu istihlaal) yakni سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى yang menunjukkan kemahabesaran Allah. Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menerangkan bahwa isra merupakan peristiwa luar biasa.