Majelis Taklim Hibrida jadi Upaya BKMT Berdakwah di Ranah Digital
Mahmuda attar hussein
Senin, 20 Februari 2023 - 19:40 WIB
Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Syifa Fauzia. (Foto: Dok. BKMT)
Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) terus beradaptasi dalam menyiarkan dakwahnya. Salah satu upaya yang dilakukan BKMT adalah menggelar Majelis Taklim Hibrida demi menyampaikan pesan dakwah di zaman digitalisasi.
Ketua Umum BKMT, Syifa Fauzia mengatakan, majelis taklim hibrida sudah mulai gencar dilakukan sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini. Kemudahan akses teknologi informasi membuat kegiatan penyebaran pesan dakwah dapat lebih mudah dilakukan, terutama dalam hal koordinasi majelis taklim di daerah.
"Terutama waktu Covid-19 kemarin, di mana kita semua dipaksa online. Konteks majelis taklim sebagai organisasi itu sangat memudahkan sekali untuk seluruh Indonesia," kata Syifa kepada Langit7, Senin (20/2/2023).
Baca Juga:Regenerasi Majelis Taklim, BKMT Ajak Anak Muda Syiarkan Dakwah
Sebelum melakukan majelis taklim hibrida, Syifa mengaku memiliki agenda rutin untuk menyambangi kegiatan majelis taklim di daerah. Bahkan, hal itu bisa dilakukannya dua kali dalam sebulan.
Dalam kegiatan bulanan tersebut, dia hadir di daerah demi menyelesaikan persoalan BKMT. Namun, keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri dalam hal interaksi anggota.
"Jadi majelis taklim pun kita 'paksa' untuk online. Sehingga semua koordinasi juga bisa dilakukan lebih sering melalui rapat zoom," ujarnya.
Ketua Umum BKMT, Syifa Fauzia mengatakan, majelis taklim hibrida sudah mulai gencar dilakukan sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini. Kemudahan akses teknologi informasi membuat kegiatan penyebaran pesan dakwah dapat lebih mudah dilakukan, terutama dalam hal koordinasi majelis taklim di daerah.
"Terutama waktu Covid-19 kemarin, di mana kita semua dipaksa online. Konteks majelis taklim sebagai organisasi itu sangat memudahkan sekali untuk seluruh Indonesia," kata Syifa kepada Langit7, Senin (20/2/2023).
Baca Juga:Regenerasi Majelis Taklim, BKMT Ajak Anak Muda Syiarkan Dakwah
Sebelum melakukan majelis taklim hibrida, Syifa mengaku memiliki agenda rutin untuk menyambangi kegiatan majelis taklim di daerah. Bahkan, hal itu bisa dilakukannya dua kali dalam sebulan.
Dalam kegiatan bulanan tersebut, dia hadir di daerah demi menyelesaikan persoalan BKMT. Namun, keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri dalam hal interaksi anggota.
"Jadi majelis taklim pun kita 'paksa' untuk online. Sehingga semua koordinasi juga bisa dilakukan lebih sering melalui rapat zoom," ujarnya.