Ragam Amalan Orang Saleh pada Malam Nisfu Sya'ban
Fajar adhitya
Selasa, 07 Maret 2023 - 19:40 WIB
Ilustrasi dua muslimah yang sedang berdzikir dan membaca Al-Quran. Foto: LANGIT7/iStock
Dianjurkan menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dengan berbagai ibadah seperti salat,dzikir, membaca Al-Qur'an, bershalawat. Malam Nisfu Syaban termasuk malam yang mulia dan ada keutamaan di dalamnya.
Malam Nisfu Sya'ban jatuh pada malam ini, Selasa (7/3/2023), sebab besok sudah masuk 15 Sya'ban 1444 Hijriah merujuk kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama.
Baca juga: Doa dan Bacaan Malam Nisfu Syaban: Minta Panjang Umur dan Murah Rezeki
Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa kalangan ulama Syafi’iyyah mensunnahkan untuk menghidupkan malam Nisfu Sya'ban.
Ustadz Hanif Luthfi, Lc dalam bukunya Malam Nisfu Sya'ban mengungkapkan, Atha bin Yasar, seorang tabi’in (mereka yang bertemu langsung dengan Sahabat, tapi tak pernah berjumpa Rasulullah) menyebut bahwa malam Nisfu Sya’ban malam yang utama setelah Lailatul Qadar.
Dia menyebutkan sebagaimana dinukil Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Lathaif al-Ma’arif: Tidak ada satu malam setelah lailatul qadar yang lebih mulia daripada malam Nisfu Sya’ban.
Ibnu Rajab menceritakan bahwa dahulu para ulama salaf dari kalangan tabi'in di Syam bersungguh-sungguh dalam ibadah pada malam Nisfu Sya’ban. Pada malam nisfu Sya’ban, para tabiin dari Ahli Syam seperti Khalid bin Mi’dan, Makhul, Luqman bin Amir dan lainnya mereka sangat mengagungkan malam itu dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.
Malam Nisfu Sya'ban jatuh pada malam ini, Selasa (7/3/2023), sebab besok sudah masuk 15 Sya'ban 1444 Hijriah merujuk kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama.
Baca juga: Doa dan Bacaan Malam Nisfu Syaban: Minta Panjang Umur dan Murah Rezeki
Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa kalangan ulama Syafi’iyyah mensunnahkan untuk menghidupkan malam Nisfu Sya'ban.
Ustadz Hanif Luthfi, Lc dalam bukunya Malam Nisfu Sya'ban mengungkapkan, Atha bin Yasar, seorang tabi’in (mereka yang bertemu langsung dengan Sahabat, tapi tak pernah berjumpa Rasulullah) menyebut bahwa malam Nisfu Sya’ban malam yang utama setelah Lailatul Qadar.
Dia menyebutkan sebagaimana dinukil Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Lathaif al-Ma’arif: Tidak ada satu malam setelah lailatul qadar yang lebih mulia daripada malam Nisfu Sya’ban.
Ibnu Rajab menceritakan bahwa dahulu para ulama salaf dari kalangan tabi'in di Syam bersungguh-sungguh dalam ibadah pada malam Nisfu Sya’ban. Pada malam nisfu Sya’ban, para tabiin dari Ahli Syam seperti Khalid bin Mi’dan, Makhul, Luqman bin Amir dan lainnya mereka sangat mengagungkan malam itu dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.