Tugas Perguruan Tinggi Islam: Cetak Kader Bangsa dengan Semangat Hubbul Wathon
Muhajirin
Sabtu, 11 Maret 2023 - 05:00 WIB
Guru Besar Universitas Islam Indonesia, Mahfud MD meminta perguruan tinggi Islam harus mencetak kader bangsa dengan semangat hubbul wathon. Foto: Istimewa.
Guru Besar Universitas Islam Indonesia Mahfud MD mengatakan, Perguruan Tinggi harus berperan aktif dalam mencetak kader bangsa untuk menjaga NKRI dengan semangat hubbul wathon.
“Jangan suka termakan hoax, mari kita jaga negara ini, Perguruan Tinggi Islam bertugas mencetak kader bangsa yang tidak suka makan kabar hoax, yang sadar akan nasionalisme Indonesia. Indonesia bukan negara Islam, tapi negara Indonesia yang menganut nilai-nilai Islami di dalam bernegara,” kata Mahfud MD.
Baca juga: Hubbul Wathon Minal Iman Bisa Jadi Dasar Santri Perangi Radikalisme
Menurut Mahfud, konsep Fiqh Siyasah (fikih politik) dan Fiqh Dusturiyah (fikih konstitusi) pada umat Islam sekarang sangat dominan dalam membangun Indonesia baik saat mendirikan, mempertahankan dari ancaman, dan membangun untuk kemajuan NKRI.
“Indonesia sekarang ini merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Sekarang kita baru merdeka secara resmi, bersatu secara resmi dengan sedikit separatisme, tapi keadilan belum, kemakmuran apalagi,“ tutur Mahfud, melansir laman UII, Jumat (10/3/2023).
Menko Polhukam ini menekankan bahwa, dukungan Islam dan umat Islam Indonesia, dibangun berdasarkan hasil ijtihad para ulama yang melahirkan Fiqh Siyasah (politik) dan Fiqh Dusturiyah (Konstitusi).
"Ide dan konsepsinya adalah bahwa Indonesia merupakan mietsaq sebagai negara inklusif dan kosmopolit sesuai dengan yang dibangun oleh Nabi melalui Piagam Madinah," katanya.
“Jangan suka termakan hoax, mari kita jaga negara ini, Perguruan Tinggi Islam bertugas mencetak kader bangsa yang tidak suka makan kabar hoax, yang sadar akan nasionalisme Indonesia. Indonesia bukan negara Islam, tapi negara Indonesia yang menganut nilai-nilai Islami di dalam bernegara,” kata Mahfud MD.
Baca juga: Hubbul Wathon Minal Iman Bisa Jadi Dasar Santri Perangi Radikalisme
Menurut Mahfud, konsep Fiqh Siyasah (fikih politik) dan Fiqh Dusturiyah (fikih konstitusi) pada umat Islam sekarang sangat dominan dalam membangun Indonesia baik saat mendirikan, mempertahankan dari ancaman, dan membangun untuk kemajuan NKRI.
“Indonesia sekarang ini merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Sekarang kita baru merdeka secara resmi, bersatu secara resmi dengan sedikit separatisme, tapi keadilan belum, kemakmuran apalagi,“ tutur Mahfud, melansir laman UII, Jumat (10/3/2023).
Menko Polhukam ini menekankan bahwa, dukungan Islam dan umat Islam Indonesia, dibangun berdasarkan hasil ijtihad para ulama yang melahirkan Fiqh Siyasah (politik) dan Fiqh Dusturiyah (Konstitusi).
"Ide dan konsepsinya adalah bahwa Indonesia merupakan mietsaq sebagai negara inklusif dan kosmopolit sesuai dengan yang dibangun oleh Nabi melalui Piagam Madinah," katanya.