Awal Ramadhan Bisa Serentak tapi Idul Fitri Beda-Beda
Fajar adhitya
Jum'at, 17 Maret 2023 - 19:21 WIB
Petugas meneropong posisi hilal saat kegiatan rukyat hilal di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada 21 Juli 2020. Foto: Antara/Saiful Bahri.
Biasanya ada perbedaan penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri antara pemerintah dan sejumlah ormas Islam. Namun, menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), awal Ramadhan 2023/1444 Hijriah berpotensi serentak menurut ilmu astronomi.
Menurut Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Thomas Djamaluddin awal Ramadan bisa saja sama.
Baca juga: Kriteria MABIMS, Penentu Baru Awal Bulan Hijriyah Penyebab Perbedaan Idul Adha
"Apabila saat Maghrib 22 Maret 2023 di Indonesia posisi bulan sudah memenuhi kriteria baru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat dan sudah memenuhi kriteria Wujudul Hilal [WH]. Jadi seragam versi [3-6,4] dan [WH] bahwa 1 Ramadhan 1444 pada 23 Maret 2023," kata Thomas dikutip laman resmi BRIN, Jumat (17/3/2023).
Ia menjelaskan, bahwa kriteria hilal yang diadopsi berdasarkan pada dalil hukum agama tentang awal bulan dan hasil kajian astronomis yang sahih. Sementara itu, di sisi lain ada potensi perbedaan Idul Fitri tahun ini.
Hal itu karena saat Maghrib, 20 April 2023, ada potensi di Indonesia posisi bulan belum memenuhi kriteria baruMABIMS, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Namun, posisi bulan itu sudah memenuhi kriteria wujudul hilal.
Baca juga: Kemenag: Hilal Awal Syawal di Indonesia Penuhi Kriteria Baru MABIMS
Menurut Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Thomas Djamaluddin awal Ramadan bisa saja sama.
Baca juga: Kriteria MABIMS, Penentu Baru Awal Bulan Hijriyah Penyebab Perbedaan Idul Adha
"Apabila saat Maghrib 22 Maret 2023 di Indonesia posisi bulan sudah memenuhi kriteria baru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat dan sudah memenuhi kriteria Wujudul Hilal [WH]. Jadi seragam versi [3-6,4] dan [WH] bahwa 1 Ramadhan 1444 pada 23 Maret 2023," kata Thomas dikutip laman resmi BRIN, Jumat (17/3/2023).
Ia menjelaskan, bahwa kriteria hilal yang diadopsi berdasarkan pada dalil hukum agama tentang awal bulan dan hasil kajian astronomis yang sahih. Sementara itu, di sisi lain ada potensi perbedaan Idul Fitri tahun ini.
Hal itu karena saat Maghrib, 20 April 2023, ada potensi di Indonesia posisi bulan belum memenuhi kriteria baruMABIMS, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Namun, posisi bulan itu sudah memenuhi kriteria wujudul hilal.
Baca juga: Kemenag: Hilal Awal Syawal di Indonesia Penuhi Kriteria Baru MABIMS