Keberhasilan Seseorang Tergantung pada Niatnya
Muhajirin
Rabu, 22 Maret 2023 - 08:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Keberhasilan seseorang dalam melakukan sesuatu sangat ditentukan oleh niat. Pasalnya, niat merupakan tekad atau motivasi yang mengerahkan seseorang untuk melakukan suatu perbuatan.
Dalam ajaran Islam, niat sangat penting karena menjadi penentu amalan seseorang diterima atau tidak oleh Allah SWT.
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.” (hadits pertama dalam Hadits Arbain Imam Nawawi)
Baca Juga:Cara Mudah Kenalkan Allah kepada Anak Sejak Dini
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, niat bukan hanya sekadar keinginan, melainkan juga persiapan dan motivasi yang terukur secara mentalitas. Ketika seseorang berniat melakukan sesuatu, dia harus memiliki motivasi yang jelas dan arah yang jelas untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Dalam hal ini, niat harus digabungkan dengan persiapan dan motivasi yang tepat agar dapat menghasilkan keberhasilan yang diharapkan. Misalnya, dalam ibadah puasa, niat seorang muslim jelas dan memiliki motivasi untuk mencapai derajat takwa.
Dalam ajaran Islam, niat sangat penting karena menjadi penentu amalan seseorang diterima atau tidak oleh Allah SWT.
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.” (hadits pertama dalam Hadits Arbain Imam Nawawi)
Baca Juga:Cara Mudah Kenalkan Allah kepada Anak Sejak Dini
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, niat bukan hanya sekadar keinginan, melainkan juga persiapan dan motivasi yang terukur secara mentalitas. Ketika seseorang berniat melakukan sesuatu, dia harus memiliki motivasi yang jelas dan arah yang jelas untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Dalam hal ini, niat harus digabungkan dengan persiapan dan motivasi yang tepat agar dapat menghasilkan keberhasilan yang diharapkan. Misalnya, dalam ibadah puasa, niat seorang muslim jelas dan memiliki motivasi untuk mencapai derajat takwa.