home masjid

Puasa Arafah 2023 Ikut Waktu Indonesia atau Arab Saudi? Begini Kata Ulama

Senin, 26 Juni 2023 - 21:39 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya).
Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1444 H di Arab Saudi jatuh pada Rabu, 28 Juni 2023. Sementara, Kementerian Agama RI menetapkan Hari Raya Idul Adha pada Kamis, 29 Juni 2023.

Perbedaan tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait mana keputusan yang harus diikuti. Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof KH Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), menjelaskan, jumhur ulama selain mazhab Imam Syafi'i terdapat Ittihadul Mathla'.

Ittihadul Mathla' merupakan persatuan tempat melihat hilal tanpa dibatasi oleh perbedaan geografis dan batas daerah kekuasaan. Jadi, puasa Arafah dan hari raya Idul Adha mengikuti waktu Makkah.

"Maksudnya gini, kita boleh saja kalau seandainya Arafah ngikut yang di Makkah karena Ittihadul Mathla' bisa saja 1 Dzulhijjah-nya dilihat di Makkah, maka tanggal 9-nya juga mengikuti Makkah, boleh," kata Buya Yahya di salah satu tausiahnya yang disiarkan secara daring, Senin (26/6/2023).

Baca juga:Tak Harus di Daerah Domisili, Kurban Boleh Dilakukan di Wilayah yang Lebih Membutuhkan

Sementara, dalam mazhab Imam Syafi'i dikenal Ikhtilaful Mathali. Artinya, umat Islam berpuasa sesuai tanggal di masing-masing wilayahnya. Jadi, di Indonesia misalnya mengikuti keputusan Kementerian Agama RI.

"Dua-duanya boleh. Akan tetapi, ketahuilah kaidah besar yang dihadirkan para ulama hukmul hakim yarfa'ul khilaf, negara memutuskan kayak gimana," ujar Buya Yahya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
puasa arafah idul adha ijtima ulama
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya