Good Parenting dalam Islam, 4 Posisi Anak Sesuai Al-Qur'an
Muhajirin
Ahad, 02 Juli 2023 - 06:00 WIB
ilustrasi
Pakar parenting, Bunda Aniqq Al Faqiroh, menjelaskan tentang konsep good parenting dalam Islam yang merujuk dari beberapa ayat Al-Qur’an. Belajar tentang parenting ini bukan berarti orang tua ingin merubah anak supaya tidak tantrum atau supaya anak menjadi penurut.
Namun, belajar parenting berarti belajar ilmu untuk menjadi orang tua yang diridhai oleh Allah SWT. Dengan begitu, orang tua bisa melahirkan generasi-generasi yang tangguh dan hebat juga mencintai dan dicintai Allah SWT.
Setiap anak memiliki kelebihan masing-masing yang sudah diciptakan oleh Allah SWT. Namun, di sisi lain terkadang orang tua masih ada rasa kurang untuk menerima sisi-sisi kekurangan anak. Tak jarang orang tua membanding-bandingkan anak dengan anak orang lain dari sisi kekurangan, dibandingkan dengan kelebihannya.
"Atau bahkan kita menuntut anak kita untuk menjadi sempurna," kata Bunda Aniq dalam kuliah online yang diikuti Langit7.id, Sabtu (1/7/2023).
Baca juga:OKI Bakal Gelar Pertemuan Darurat Terkait Aksi Pembakaran Al-Qur'an
Membahas tentang kesehatan mental, bahwa sumber trauma seseorang muncul dari keluarga atau pola-pola pengasuhan orang tua yang terobsesi bahwa anak harus sempurna. Di lain sisi orang tua menyayangi anak, namun di sisi lain tanpa disadari orang tua kerap menyakiti anak, baik secara verbal, sikap, maupun obsesi.
Maka itu, perlu disadari bahwa anak adalah milik Allah SWT. Orang tua tidak bisa membolak balikkan hatinya. Orang tua juga tidak bisa menggenggam hatinya. Tugas orang tua adalah mengarahkan mereka dan meminta kepada Pemiliknya.
Namun, belajar parenting berarti belajar ilmu untuk menjadi orang tua yang diridhai oleh Allah SWT. Dengan begitu, orang tua bisa melahirkan generasi-generasi yang tangguh dan hebat juga mencintai dan dicintai Allah SWT.
Setiap anak memiliki kelebihan masing-masing yang sudah diciptakan oleh Allah SWT. Namun, di sisi lain terkadang orang tua masih ada rasa kurang untuk menerima sisi-sisi kekurangan anak. Tak jarang orang tua membanding-bandingkan anak dengan anak orang lain dari sisi kekurangan, dibandingkan dengan kelebihannya.
"Atau bahkan kita menuntut anak kita untuk menjadi sempurna," kata Bunda Aniq dalam kuliah online yang diikuti Langit7.id, Sabtu (1/7/2023).
Baca juga:OKI Bakal Gelar Pertemuan Darurat Terkait Aksi Pembakaran Al-Qur'an
Membahas tentang kesehatan mental, bahwa sumber trauma seseorang muncul dari keluarga atau pola-pola pengasuhan orang tua yang terobsesi bahwa anak harus sempurna. Di lain sisi orang tua menyayangi anak, namun di sisi lain tanpa disadari orang tua kerap menyakiti anak, baik secara verbal, sikap, maupun obsesi.
Maka itu, perlu disadari bahwa anak adalah milik Allah SWT. Orang tua tidak bisa membolak balikkan hatinya. Orang tua juga tidak bisa menggenggam hatinya. Tugas orang tua adalah mengarahkan mereka dan meminta kepada Pemiliknya.