Anak Malah Nakal Setelah Lulus Pondok Pesantren, Lakukan Hal Ini!
Muhajirin
Rabu, 09 Agustus 2023 - 15:15 WIB
Pakar pendidikan Islam, Ustadz Mohammad Fauzil Adhim
Pendidikan di pondok pesantren telah lama diakui sebagai salah satu bentuk pendidikan yang membentuk karakter dan akhlak yang kuat pada para santri.
Namun, tidak jarang para orangtua merasa khawatir ketika anak-anak mereka tampak berubah menjadi nakal atau kurang terarah setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.
Lalu, bagaimana seharusnya orangtua mengatasi tantangan ini? Pakar pendidikan Islam, Ustadz Mohammad Fauzil Adhim, mengungkapkan, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan ketika menghadapi situasi ini.
"Nomor satu, kita tidak boleh terlalu kaku dalam mendekati anak-anak yang baru saja menyelesaikan pendidikan di pondok. Ini sama halnya seperti belajar karate, di mana saat pertama kali belajar, sering kali terasa kaku dan belum begitu terampil," ujar Ustadz Fauzil dalam kajian 'Positive Parenting' di Yogyakarta, disiarkan Pro-You Channel, Rabu (9/8/2023).
Baca juga:Peran Pondok Pesantren dalam Mencerdaskan Anak Bangsa
Dalam konteks ini, Ustadz Fauzil memberikan analogi belajar karate untuk menjelaskan situasi yang dialami anak baru lulus dari pondok. Anak-anak yang baru saja lulus dari pondok mungkin masih dalam proses penyesuaian dan perkembangan, sehingga perlu diberi ruang untuk beradaptasi dengan dunia luar.
"Semakin banyak kita mengajak dialog yang lebih dalam, semakin banyak kita mendengarkan mereka, maka semakin mudah kita memahami permasalahannya. Ini seperti berwudhu, di mana semakin banyak kita membasuh, semakin bersih dan suci hati kita," ucapnya.
Namun, tidak jarang para orangtua merasa khawatir ketika anak-anak mereka tampak berubah menjadi nakal atau kurang terarah setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.
Lalu, bagaimana seharusnya orangtua mengatasi tantangan ini? Pakar pendidikan Islam, Ustadz Mohammad Fauzil Adhim, mengungkapkan, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan ketika menghadapi situasi ini.
"Nomor satu, kita tidak boleh terlalu kaku dalam mendekati anak-anak yang baru saja menyelesaikan pendidikan di pondok. Ini sama halnya seperti belajar karate, di mana saat pertama kali belajar, sering kali terasa kaku dan belum begitu terampil," ujar Ustadz Fauzil dalam kajian 'Positive Parenting' di Yogyakarta, disiarkan Pro-You Channel, Rabu (9/8/2023).
Baca juga:Peran Pondok Pesantren dalam Mencerdaskan Anak Bangsa
Dalam konteks ini, Ustadz Fauzil memberikan analogi belajar karate untuk menjelaskan situasi yang dialami anak baru lulus dari pondok. Anak-anak yang baru saja lulus dari pondok mungkin masih dalam proses penyesuaian dan perkembangan, sehingga perlu diberi ruang untuk beradaptasi dengan dunia luar.
"Semakin banyak kita mengajak dialog yang lebih dalam, semakin banyak kita mendengarkan mereka, maka semakin mudah kita memahami permasalahannya. Ini seperti berwudhu, di mana semakin banyak kita membasuh, semakin bersih dan suci hati kita," ucapnya.