Muhammad, Manusia Paling Sederhana dan Rendah Hati
Muhajirin
Jum'at, 22 September 2023 - 20:00 WIB
Nabi Muhammad SAW memiliki sifat kesederhanaan dan kerendahan hati yang sempurna.
Nabi Muhammad SAW memiliki sifat kesederhanaan dan kerendahan hati yang sempurna. Dari sifat tersebut, umat manusia bisa belajar banyak dan meningkatkan gaya hidup secara signifikan jika mengikuti sunnahnya.
Manusia memiliki sifat dasar menganggap diri sendiri lebih unggul dari orang lain. Hal itu pada akhirnya memunculkan ego yang mendorong perasaan negatif satu sama lain. Berbeda dengan Nabi Muhammad SAW. Meski punya banyak pengikuti, namun dia tetap rendah hati dan tidak pernah menganggap dirinya lebih unggul dari para sahabat dan manusia lainnya.
Dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad tidak suka diperlakukan seperti orang yang memiliki kekuatan besar atau pengikut yang mirip dengan raja atau penguasa. Beliau melarang orang berdiri di hadapannya atau berlutut untuk memberikan simbol-simbol penghormatan. Beliau tinggal di rumah sederhana dan makan makanan yang sederhana.
Meskipun beliau adalah seorang Nabi dan memiliki banyak pengikut, beliau tidak pernah menggunakan pengaruhnya untuk hidup bermewah-mewahan. Beliau menjalani kehidupan yang tidak bergelimang harta, melainkan hidup dalam kerendahan hati dan kesederhanaan.
Baca juga:4 Cara Tumbuhkan Cinta kepada Rasulullah SAW
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bepergian dengan para sahabatnya. Ketika tiba waktunya untuk menyiapkan makanan, beliau meminta mereka untuk menyembelih seekor domba. Seorang pria berkata, “Saya akan menyembelihnya”. Kata yang lain, “Saya akan mengulitinya.” Yang ketiga berkata, “Aku akan memasaknya.”
Maka Rasulullah bersabda, “Aku akan mengumpulkan kayu untuk api.” Mereka berkata: "Tidak, kami akan mencukupkanmu dengan pekerjaan itu."
Manusia memiliki sifat dasar menganggap diri sendiri lebih unggul dari orang lain. Hal itu pada akhirnya memunculkan ego yang mendorong perasaan negatif satu sama lain. Berbeda dengan Nabi Muhammad SAW. Meski punya banyak pengikuti, namun dia tetap rendah hati dan tidak pernah menganggap dirinya lebih unggul dari para sahabat dan manusia lainnya.
Dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad tidak suka diperlakukan seperti orang yang memiliki kekuatan besar atau pengikut yang mirip dengan raja atau penguasa. Beliau melarang orang berdiri di hadapannya atau berlutut untuk memberikan simbol-simbol penghormatan. Beliau tinggal di rumah sederhana dan makan makanan yang sederhana.
Meskipun beliau adalah seorang Nabi dan memiliki banyak pengikut, beliau tidak pernah menggunakan pengaruhnya untuk hidup bermewah-mewahan. Beliau menjalani kehidupan yang tidak bergelimang harta, melainkan hidup dalam kerendahan hati dan kesederhanaan.
Baca juga:4 Cara Tumbuhkan Cinta kepada Rasulullah SAW
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bepergian dengan para sahabatnya. Ketika tiba waktunya untuk menyiapkan makanan, beliau meminta mereka untuk menyembelih seekor domba. Seorang pria berkata, “Saya akan menyembelihnya”. Kata yang lain, “Saya akan mengulitinya.” Yang ketiga berkata, “Aku akan memasaknya.”
Maka Rasulullah bersabda, “Aku akan mengumpulkan kayu untuk api.” Mereka berkata: "Tidak, kami akan mencukupkanmu dengan pekerjaan itu."