home sosok muslim

Iskandar Waworuntu, Mencoba Meraih Berkah dari Bumi Hingga ke Langit

Jum'at, 09 Juli 2021 - 15:09 WIB
Iskandar Waworuntu, Pendiri Bumi Langit Institut saat wawancara via zoom conference bersama LANGIT7.ID (foto: langit7.id)
Salah satu tempat yang dikunjungi mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat ke Yogyakarta adalah mengunjungi sebuah tempat bernama Bumi Langit, sebuah restoran organik sekaligus tempat belajar metode tanam permakultur. Nama ‘Bumi Langit’ tidak bisa dipisahkan dari Iskandar Waworuntu, sosok dibalik berdirinya Bumi Langit Institut. Tapi sebelum nama Bumi Langit begitu erat dengannya, ada kisah panjang yang Iskandar lalui.

Semua berawal dari perjalananIskandar menemukan hidayah Islam pada tahun 2000. Lalu bersama keluarga hijrah ke Jogja di tahun 2001 dalam rangka memaknai Islam. Tujuannya adalah untuk ‘mengulang’ kehidupan dengan lebih menekankan akhlak serta adab yang baik terhadap alam dan manusia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Iskandar menyebut harus ada lingkungan yang memadai dimana ia dan keluarganya bisa hidup berinteraksi dengan alam. Tentunya ia menyadari bahwa memang perlu usaha untuk mewujudkan keberadaan lingkungan tersebut. Hingga akhirnya Iskandar menemukan lahan yang berada di kawasan perbukitan di atas kota tua Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Tanah di perbukitan dengan ketinggian 350 mdpl ini awalnya merupakan tanah gersang, dan kawasannya terkenal dengan musim kemarau panjang.

“Terutama saat pertama kali kami datang kemari tidak ada air, lebih banyak batu daripada tanah, jadi itu dijadikan sebuah perjuangan sendiri dalam mencoba membuktikan bahwa Allah dengan karunia alam itu sebenarnya Maha Pemurah,” terang pria berdarah Inggris dan Manado ini kepada Langit7.id, Selasa (29/6/2021).

Sebuah keputusan yang mungkin tidak semua orang bisa menjalaninya. Tapi karena kecintaannya untuk lebih memaknai Islam lebih luas, tinggal langsung di alam bahkan di tanah yang semula gersang pun ia lakoni.

Iskandar tidak menampik jika diberi kesempatan untuk mencari lahan lain, tentu akan mencari tanah yang lebih subur. Bahkan obsesi itu masih ada hingga saat ini, namun ia percaya bahwa semua yang terjadi bukan kebetulan semata sehingga ia memilih menetap di lahan yang sudah ada.

Meski membutuhkan usaha ekstra untuk bisa mencapai tujuan tersebut, dengan keyakinan yang tulus ingin memulai hidup baru, Bumi Langit pun dibangun pada tahun 2006 di tanah seluas 3 Ha.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bumi langit institut iskandar waworuntu lingkungan hidup ekologi islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya