home edukasi & pesantren

Jangan Terlalu Sering Jenguk Anak di Pesantren, Ini Alasannya

Kamis, 02 September 2021 - 07:30 WIB
ilustrasi seorang santri sedang mengaji (foto: langit7.id/istock)
Direktris Pesantren Putri Darul Huffadh, Ustadzah Sa’diah Lanre Said, memberikan alasan mengapa orang tua tak boleh sering menjenguk anak mereka di pondok pesantren. Menjenguk anak karena alasan rindu bukan pilihan bijak. Boleh mengobati rasa rindu, tapi hanya sesekali, bukan tiap hari atau tiap pekan.

Menurut dia, persoalan rindu tidak akan pernah selesai. Rindu tidak akan pernah terobati meskipun sudah bertemu. Keseringan menjenguk anak di pondok pesantren hanya menguntungkan orang tua saja. Tidak bagi anak.

“Tapi masalahnya pada anak. Rindu orang tua terpenuhi tapi ingatan anak tentang rumah, tentang orangtua yang sakit justru akan membuatnya hilang semangat belajar dan keinginan pulang akan terus berlanjut,” kata Ustadzah Sa’diah melalui akun facebook-nya, Rabu (1/9/2021).

Hal itu mengakibatkan anak kesusahan konsentrasi dalam belajar hingga tidak bisa fokus menghafal karena terus teringat rumah. Sementara di sisi lain, anak harus menerima konsekuensi dari pengurus karena tidak menghadapkan hafalan dan hukuman jika tidak masuk kelas.

“Ujung dari semua adalah anak berhenti dan pulang selamanya karena tidak bisa menghadapkan hafalan dan belajar akibat gangguan pikiran dari rumah,” ucap Ustadzah Sa’diah.

Berawal dari masalah itu, anak tidak memiliki keinginan mondok jika sering izin pulang ke rumah dengan berbagai alasan. Dari situ, ia akan mengarang cerita untuk membenarkan keinginannya. Misalnya dia mengungkit kekurangan pondok dari sisi ekonomi atau sistem ketegasan di pondok.

Menjadi orangtua berarti menjadi panutan dan teladan. Ketegaran orang tua melepas anak belajar akan terlihat dari cara sang anak menghadapi setiap masalah yang ada di pondok. Masalah bukan hal yang buruk. Itu akan menjadi bagian pembentukan diri anak dalam mengambil sikap, memutuskan, hingga berbuat kebaikan diri dan orang lain.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pondok pesantren anak shalih santri ayah bunda
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya