home edukasi & pesantren

Tantangan Perguruan Tinggi Islam, Studi Keagamaan Kalah Pamor dari Ilmu Umum

Kamis, 02 September 2021 - 17:30 WIB
Ilustrasi perguruan tinggi Islam. Foto: Langit7/ Istock
Beberapa tahun terakhir, program studi berbasis ilmu-ilmu keagamaan (ulumuddin) di perguruan tingg Islam mengalami kelesuan. Sepi peminat. Hal itu disampaikan Dosen Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah (Dalwa) Bangil, Dr (Cand) Ahmad Kholili Hasib.

Dia mengutip pernyataan eks Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, pada 2017 silam, bahwa mahasiswa yang belajar pada program studi (Prodi) agama menurun. Itu menjadi tantangan yang harus segera diatasi oleh perguruan tinggi Islam, sebab saat ini umat membutuhkan expertise atau ilmuwan yang ahli dalam bidang ilmu hadist, perbandingan madzhab, dan filsafat agama.

Terlebih lagi sejak perguruan tinggi Islam berstatus ‘Institut bertransformasi menjadi ‘Universitas, program studi keagamaan kalah saing dengan peminat pada jurusan ilmu-ilmu sosial, sains dan teknologi.

“Prodi filsafat agama, ilmu hadis dan perbandingan agama menjadi yang terendah peminatnya,” kata Kholili, Kamis (2/9/2021).

Baca juga:Childfree Marak Dibicarakan, Adian Husaini: Pendidikan Keluarga Amat Penting dan Mendesak

Pada seleksi tahun 2021, Universitas Negeri (UIN) Jakarta telah menerima 888 mahasiswa. Ada sepuluh program studi yang paling banyak diminati; Manajemen, Psikologi, Ilmu Keperawatan, Farmasi, Ilmu Kesehatan, Akuntansi, Teknik Informatika, Sastra Inggris, Kesehatan Masyarakat, Sosiologi.

Proyek integrasi ilmu, yang ‘memadukan’ ilmu-ilmu berbasis syariah dengan ilmu-ilmu humaniora dan sains, yang dikembangkan sejak awal tahun 200-an di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) juga tidak mengangkat animo minat calon mahasiswa untuk memilih ilmu-ilmu keagamaan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
tantangan perguruan tinggi islam studi keagamaan ilmu
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya