Buya Yahya: Ustadz bukan Diukur dari Jumlah Follower, Tapi Akhlak
Tim langit 7
Kamis, 11 Januari 2024 - 12:00 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya).
Pengasuh Ponpes Al-Bahjah Cirebon, Jawa Barat, Buya Yahya, menyatakan ustadz/guru itu bukan diukur dari follower/pengikut yang banyak dan kemasyhuran/keterkenalan, tapi akhlak.
“Rambu-rambu akhlak juga terutama dalam dua sikap yakni tidak benci/dengki dan tidak sombong, karena kalau tidak ada dua akhlak itu, maka siapapun akan sulit melakukan kebaikan dan menerima ilmu,” katanya di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
Dalam “Tabligh Akbar Awal Tahun” di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Buya Yahya mencontohkan orang yang cerdas dan sering bertemu Nabi Muhammad tapi karena hatinya ada benci (tidak ada cinta kepada sesama) dan sombong adalah Abu Jahal.
“Abu Jahal itu sering bertemu dan mendengar ucapan Nabi, tapi karena benci dengan Islam dan sombong karena merasa lebih istimewa, maka dia pun ingkar kepada Nabi dan Islam,” katanya.
Baca juga:Perbaiki Shalatmu, Allah Akan Perbaiki Hidupmu
Di hadapan ribuan jamaah, Buya Yahya juga memberi contoh lain yakni sosok yang luar biasa dalam ibadah, bahkan ibadahnya tidak kalah dari malaikat, yakni Iblis, namun menolak perintah Allah untuk melakukan sujud penghormatan, bukan sujud ibadah, kepada Nabi Adam.
“Penolakan itu dilakukan Iblis yang sangat alim itu, karena sombong dan merasa lebih berprestasi daripada Nabi Adam. Bagi Iblis, lho kok saya harus hormat kepada Adam, saya kan senior, sedang Adam kan baru saja diciptakan. Begitulah kalau sombong itu selalu banyak alasan,” katanya.
“Rambu-rambu akhlak juga terutama dalam dua sikap yakni tidak benci/dengki dan tidak sombong, karena kalau tidak ada dua akhlak itu, maka siapapun akan sulit melakukan kebaikan dan menerima ilmu,” katanya di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
Dalam “Tabligh Akbar Awal Tahun” di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Buya Yahya mencontohkan orang yang cerdas dan sering bertemu Nabi Muhammad tapi karena hatinya ada benci (tidak ada cinta kepada sesama) dan sombong adalah Abu Jahal.
“Abu Jahal itu sering bertemu dan mendengar ucapan Nabi, tapi karena benci dengan Islam dan sombong karena merasa lebih istimewa, maka dia pun ingkar kepada Nabi dan Islam,” katanya.
Baca juga:Perbaiki Shalatmu, Allah Akan Perbaiki Hidupmu
Di hadapan ribuan jamaah, Buya Yahya juga memberi contoh lain yakni sosok yang luar biasa dalam ibadah, bahkan ibadahnya tidak kalah dari malaikat, yakni Iblis, namun menolak perintah Allah untuk melakukan sujud penghormatan, bukan sujud ibadah, kepada Nabi Adam.
“Penolakan itu dilakukan Iblis yang sangat alim itu, karena sombong dan merasa lebih berprestasi daripada Nabi Adam. Bagi Iblis, lho kok saya harus hormat kepada Adam, saya kan senior, sedang Adam kan baru saja diciptakan. Begitulah kalau sombong itu selalu banyak alasan,” katanya.