home edukasi & pesantren

Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti; Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 13)

Selasa, 02 April 2024 - 05:08 WIB
Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 13)

LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah menunaikan ibadah puasa. Di dalam surah Al-Baqarah (2): 183 dijelaskan bahwa Allah Swt. memerintahkan kaum beriman untuk menunaikan ibadah puasa Ramadan agar menjadi manusia bertakwa.

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.(Qs. Al-Baqarah [2]:183)

Di dalam Alquran, kata "shawama" dengan kata-kata bentuknya disebutkan sebanyak 13 kali. Secara bahasa "shawama" berarti diam, menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu. Maryam, ibunda Nabi Isa a.s., memilih diam, tidak menjawab pertanyaan khalayak tentang kehamilannya (Qs. Maryam [19]: 26).

فَكُلْ وَاشْرَبِي وَقَرَى عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُوْلِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ ج الْيَوْمَ انْسِيًّ

Makan, minum, dan bersukacitalah engkau. Jika engkau melihat seseorang, katakanlah, 'Sesung- guhnya aku telah bernazar puasa (bicara) untuk Tuhan Yang Maha Pengasih. Oleh karena itu, aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini."(Qs. Maryam [19]: 26)

Sikap Maryam tersebut memiliki dua makna. Pertama, Maryam berusaha mencegah dan menghilangkan fitnah. Apa pun jawaban yang diberikan tetap akan menjadi kontroversi dan fitnah. Kedua, Maryam berusaha menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat. Apa pun jawaban yang diberikan tidak akan mengubah opini orang-orang yang telah menyebarkan dusta dan tuduhan keji kepadanya.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
abdul mu’ti bedah buku
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya