Gejala DBD pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua
Tim langit 7
Rabu, 03 April 2024 - 16:00 WIB
ilustrasi
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi serius di Indonesia hingga saat ini. Orang tua harus waspada terhadap penyakit DBD jika anak memunculkan gejala. Minimnya pengetahuan mengakibatkan banyak kasus terlambat ditangani.
Pakar Kesehatan UM Surabaya, Gina Noor Djalilah menjelaskan bahwa DBD sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yakni demam dengue, demam berdarah dengue dan dengue syok syndrome.
“Di beberapa kasus , gejala DBD pada anak jenis demam dengue seringkali diartikan sebagai gejala flu biasa atau infeksi yang disebabkan jenis virus lainnya,” papar dosen spesialis anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) ini.
Baca juga:Pentingnya Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi Saat Berpuasa
Menurutnya, beberapa gejala di antaranya setelah digigit nyamuk, anak dapat mengalami demam tinggi 3 sampai 14 hari, mual, muntah, sakit kepala, nyeri pada otot dan pegal linu di seluruh tubuh, muncul ruam kemerahan pada kulit dan pembengkakan pada kelenjar getah bening.
“Demam Berdarah Dengue (DBD) mengakibatkan dampak yang semakin parah dalam tubuh anak karena adanya perembesan plasma darah dengan gejala yang terlihat seperti bengkak, sesak, perut besar dan beberapa pendarahan spontan pada beberapa bagian tubuh,”urai Gina.
Gina menjelaskan munculnya gejala DBD yang sudah parah tersebut karena keterlambatan penanganan sekaligus imunitas anak masih tidak kuat melawan paparan virus. Anak dengan komorbit seperti obesitas meski telah mendapatkan penanganan medis. Gejala pada anak biasanya dimuali antara 24 sampai 48 jam atau panas hari ke 4 menjelang hari ke 5.
Pakar Kesehatan UM Surabaya, Gina Noor Djalilah menjelaskan bahwa DBD sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yakni demam dengue, demam berdarah dengue dan dengue syok syndrome.
“Di beberapa kasus , gejala DBD pada anak jenis demam dengue seringkali diartikan sebagai gejala flu biasa atau infeksi yang disebabkan jenis virus lainnya,” papar dosen spesialis anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) ini.
Baca juga:Pentingnya Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi Saat Berpuasa
Menurutnya, beberapa gejala di antaranya setelah digigit nyamuk, anak dapat mengalami demam tinggi 3 sampai 14 hari, mual, muntah, sakit kepala, nyeri pada otot dan pegal linu di seluruh tubuh, muncul ruam kemerahan pada kulit dan pembengkakan pada kelenjar getah bening.
“Demam Berdarah Dengue (DBD) mengakibatkan dampak yang semakin parah dalam tubuh anak karena adanya perembesan plasma darah dengan gejala yang terlihat seperti bengkak, sesak, perut besar dan beberapa pendarahan spontan pada beberapa bagian tubuh,”urai Gina.
Gina menjelaskan munculnya gejala DBD yang sudah parah tersebut karena keterlambatan penanganan sekaligus imunitas anak masih tidak kuat melawan paparan virus. Anak dengan komorbit seperti obesitas meski telah mendapatkan penanganan medis. Gejala pada anak biasanya dimuali antara 24 sampai 48 jam atau panas hari ke 4 menjelang hari ke 5.