Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti; Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 15)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah senantiasa berdzikir kepada Allah Swt. Dzikir merupakan cara untuk mengingat dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta. Dengan berdzikir, seseorang dapat merasakan kedekatan dan kehadiran Allah Swt. dalam setiap langkah kehidupannya.
Di dalam Surah Ali Imran [3]: 135 disebutkan:
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا اللَّهُ
Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah?(Qs. Ali Imran [3]: 135)
Di dalam beberapa kitab tafsir dijelaskan yang dimaksud dengan perbuatan keji (fahisyah) adalah perbuatan dosa yang akibat atau dampak yang ditimbulkan tidak hanya menimpa pelaku tetapi orang lain yang tidak turut mengerjakan. Di antara perbuatan keji adalah berzina. Allah Swt. berfirman di dalam surah Al-Isra [17]: 32:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنِّي إِنَّهَ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk.(Qs. Al-Isra' [17]: 32)