Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti; Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 20)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah senantiasa bersabar. Mereka tidak hanya bersabar dalam menghadapi cobaan dan ujian, tetapi juga dalam menjaga hubungan dengan keluarga. Kesabaran ini merupakan wujud dari ketakwaan mereka yang selalu mengutamakan ketaatan kepada Allah Swt.
Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Baqarah [2]:177.
وَالصَّبِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِ قلے أُولبِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ
Dan orang-orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Di dalam Alquran, kata sabar dan kata-kata bentukannya disebutkan sebanyak 100 kali. Di dalam kamus besar bahasa Indonesia, sabar memiliki beberapa pengertian. Pertama, tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah; kedua, tenang, tidak tergesa-gesa, tidak terburu nafsu.
Di dalam Alquran, sabar disebutkan dalam berbagai konteks. Pertama, sabar disebutkan dalam hubungannya dengan musibah. Allah Swt. berfirman di dalam surah Al- Baqarah [2]:155-157.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ قلے مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّبِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رْجِعُوْنَ أُولبِكَ عَلَيْهِمْ صَلَاتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ