home global news

Norwegia Serahkan Dokumen Pengakuan Diplomatik kepada Perdana Menteri Palestina

Senin, 27 Mei 2024 - 08:33 WIB
Seorang pria melambaikan bendera Palestina di depan gedung Paliament Norwegia dalam sebuah demonstrasi di Oslo, Norwegia, 28 Oktober 2023.

LANGIT7.ID-,Brussels- - Dalam upaya terbaru untuk mengakui negara Palestina, Norwegia pada Minggu (26/5/202) menyerahkan dokumen diplomatik kepada perdana menteri Palestina. Tindakan ini sebagian besar bersifat simbolis dan membuat Israel marah.

Dalam tindakan bersejarah ini, Norwegia bersama dengan Irlandia dan Spanyol telah setuju untuk mengakui Palestina; keputusan ini membuat Israel semakin terasingkan pasca perang melawan Hamas di Gaza selama lebih dari 7 bulan.

Penyerahan dokumen dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide kepada Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa yang dilakukan di Brussels. Mustafa juga akan bertemu dengan para menteri luar negeri dan pejabat tinggi Uni Eropa pada Senin untuk menggalang dukungan bagi Palestina.

Langkah diplomatik yang dilakukan oleh ketiga negara tersebut merupakan dorongan dukungan bagi para pejabat Palestina yang telah berusaha selama beberapa dekade untuk mendirikan sebuah negara di Yerusalem timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza - wilayah yang direbut Israel pada perang Timur Tengah 1967 dan masih dikuasainya hingga saat ini.

Pengakuan resmi oleh Norwegia, Spanyol dan Irlandia rencananya akan dilakukan pada hari Selasa (28/5/2024).

Perlu diketahui sekitar 140 negara - lebih dari dua pertiga anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) - mengakui negara Palestina, namun mayoritas dari 27 negara Uni Eropa masih belum. Beberapa negara telah mengatakan bahwa mereka akan mengakuinya jika kondisinya tepat.

Uni Eropa, Amerika Serikat dan Inggris, antara lain, mendukung gagasan negara Palestina merdeka bersama Israel, tetapi mengatakan bahwa hal itu harus menjadi bagian dari penyelesaian yang dinegosiasikan.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
norwegia spanyol irlandia kemerdekaan palestina konflik palestina israel
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya