Hasil Penelitian: Puasa Senin-Kamis Mampu Turunkan Risiko Penyakit Degeneratif
Ahmad zuhdi
Rabu, 08 September 2021 - 06:05 WIB
Ilustrasi air dan kurma untuk berbuka puasa. Foto: Langit7.id/iStock
Kajian ilmu kesehatan mendapatkan bukti bahwa berpuasa bisa memberikan suatu proses pembersihan efek dari berbagai racun yang antiaging. Secara normal, tubuh manusia akan mengalami penuaan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas tubuh atau sel, khususnya untuk melakukan reparasi atau perbaikan.
Ibaratnya mobil, semahal apapun harganya, kalau sudah lama, diservis seperti apa pun pasti akan tetap jadi tua. Begitulah tubuh manusia. Namun, dalam tubuh manusia prosesnya tidak sesederhana itu.
Baca Juga:Makna Iman dan Ihtisaban dalam Ibadah Shaum
Keterlibatan hormon dalam proses tumbuh kembang ini menjadi suatu indikator yang jelas sekali dan dapat kita lihat sebagai penanda dalam tubuh manusia. Salah satu contohnya adalah hormon IGF-1. Hormon ini membantu proses tumbuh kembang. Akan tetapi, ketika dewasa, hormon ini justru menyebabkan penuaan. Terbayang tidak, ketika hormon itu kita hambat, kita tidak akan cepat menua meskipun kalau sudah waktunya mati, ya pasti mati.
Inilah yang kemudian diteliti oleh para ahli. Ternyata, IGF—1 Ini bisa dihambat ketika sudah dewasa dengan menghentikan atau mengurangi laju metabolisme melalui puasa. Jadi, dengan berpuasa, umur sel seseorang tidak akan cepat tua dibandingkan dengan yang tidak berpuasa.
Dalam sebuah artikel, ternyata sains modern menemukan fakta bahwa berpuasa 12 kali dalam seminggu mampu mengaktifkan gen antipenuaan. Mereka menyebutnya puasa 2: 5, yaitu 2 hari berpuasa dalam seminggu, 5 hari tidak berpuasa. Dalam Islam, dianjurkan berpuasa Senin dan Kamis. Ternyata, puasa seperti ini mampu menurunkan risiko penyakit-penyakit degeneratif.
Hiromi Shinya, seorang dokter dari Jepang yang saat ini tinggal di Amerika, menyebutkan dalam bukunya bahwa lapar itu sehat. Dia memberikan simpulkan bahwa orang-orang yang sering menahan lapar atau puasa adalah orang-orang sehat karena mereka menahan laju metabolisme tubuh mereka.
Ibaratnya mobil, semahal apapun harganya, kalau sudah lama, diservis seperti apa pun pasti akan tetap jadi tua. Begitulah tubuh manusia. Namun, dalam tubuh manusia prosesnya tidak sesederhana itu.
Baca Juga:Makna Iman dan Ihtisaban dalam Ibadah Shaum
Keterlibatan hormon dalam proses tumbuh kembang ini menjadi suatu indikator yang jelas sekali dan dapat kita lihat sebagai penanda dalam tubuh manusia. Salah satu contohnya adalah hormon IGF-1. Hormon ini membantu proses tumbuh kembang. Akan tetapi, ketika dewasa, hormon ini justru menyebabkan penuaan. Terbayang tidak, ketika hormon itu kita hambat, kita tidak akan cepat menua meskipun kalau sudah waktunya mati, ya pasti mati.
Inilah yang kemudian diteliti oleh para ahli. Ternyata, IGF—1 Ini bisa dihambat ketika sudah dewasa dengan menghentikan atau mengurangi laju metabolisme melalui puasa. Jadi, dengan berpuasa, umur sel seseorang tidak akan cepat tua dibandingkan dengan yang tidak berpuasa.
Dalam sebuah artikel, ternyata sains modern menemukan fakta bahwa berpuasa 12 kali dalam seminggu mampu mengaktifkan gen antipenuaan. Mereka menyebutnya puasa 2: 5, yaitu 2 hari berpuasa dalam seminggu, 5 hari tidak berpuasa. Dalam Islam, dianjurkan berpuasa Senin dan Kamis. Ternyata, puasa seperti ini mampu menurunkan risiko penyakit-penyakit degeneratif.
Hiromi Shinya, seorang dokter dari Jepang yang saat ini tinggal di Amerika, menyebutkan dalam bukunya bahwa lapar itu sehat. Dia memberikan simpulkan bahwa orang-orang yang sering menahan lapar atau puasa adalah orang-orang sehat karena mereka menahan laju metabolisme tubuh mereka.