Pondok Pesantren Tertua di Indonesia dan Sejarah Berdirinya
Muhammad Hamzah Aryanto
Kamis, 24 Juni 2021 - 17:05 WIB
Masjid Tertua di Pondok Pesantren Buntet Cirebon (sumber: al-firdaus.sch.id)
Indonesia memiliki banyak pesantren. Dari data Kementerian Agama tercatat pada 2020 sedikitnya terdapat 28.194 pesantren di seluruh Indonesia dengan 5 juta jiwa santri mukim. Lalu, pesantren manakah yang paling lama berdiri di Indonesia?
Diantara Pondok Pesantren yang tercatat sebagai pesantren tertua di Indonesia yakni Ponpes Sidogiri berdiri pada tahun 1745, Ponpes Jamsaren berdiri tahun 1750, Ponpes Buntet Cirebon berdiri tahun 1750 dan Ponpes Darul Ulum Banyuanyar berdiri pada tahun 1787.
1. Pondok Pesantren Sidogiri
Ponpes Sidogiri didirikan oleh seorang Ulama dari Cirebon Jawa Barat bernama Sayyid Sulaiman. Beliau adalah keturunan Rasulullah SAW dari marga Basyaiban.
Ayahnya, Sayyid Abdurrahman, adalah seorang perantau dari negeri wali, Tarim Hadramaut Yaman. Sedangkan ibunya, Syarifah Khodijah, adalah putri Sultan Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati. Dengan demikian, dari garis ibu, Sayyid Sulaiman merupakan cucu Sunan Gunung Jati.
Sayyid Sulaiman membabat dan mendirikan pondok pesantren di Sidogiri dengan dibantu oleh Kiai Aminullah. Kiai Aminullah adalah santri sekaligus menantu Sayyid Sulaiman yang berasal dari Pulau Bawean.
Konon pembabatan Sidogiri dilakukan selama 40 hari. Saat itu Sidogiri masih berupa hutan belantara yang tak terjamah manusia dan dihuni oleh banyak makhluk halus. Sidogiri dipilih untuk dibabat dan dijadikan pondok pesantren karena diyakini tanahnya baik dan penuh keberkahan.
Diantara Pondok Pesantren yang tercatat sebagai pesantren tertua di Indonesia yakni Ponpes Sidogiri berdiri pada tahun 1745, Ponpes Jamsaren berdiri tahun 1750, Ponpes Buntet Cirebon berdiri tahun 1750 dan Ponpes Darul Ulum Banyuanyar berdiri pada tahun 1787.
1. Pondok Pesantren Sidogiri
Ponpes Sidogiri didirikan oleh seorang Ulama dari Cirebon Jawa Barat bernama Sayyid Sulaiman. Beliau adalah keturunan Rasulullah SAW dari marga Basyaiban.
Ayahnya, Sayyid Abdurrahman, adalah seorang perantau dari negeri wali, Tarim Hadramaut Yaman. Sedangkan ibunya, Syarifah Khodijah, adalah putri Sultan Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati. Dengan demikian, dari garis ibu, Sayyid Sulaiman merupakan cucu Sunan Gunung Jati.
Sayyid Sulaiman membabat dan mendirikan pondok pesantren di Sidogiri dengan dibantu oleh Kiai Aminullah. Kiai Aminullah adalah santri sekaligus menantu Sayyid Sulaiman yang berasal dari Pulau Bawean.
Konon pembabatan Sidogiri dilakukan selama 40 hari. Saat itu Sidogiri masih berupa hutan belantara yang tak terjamah manusia dan dihuni oleh banyak makhluk halus. Sidogiri dipilih untuk dibabat dan dijadikan pondok pesantren karena diyakini tanahnya baik dan penuh keberkahan.