home masjid

Dilema Muslim Modern: Utang atau Sedekah? Ini Kata Buya Yahya

Rabu, 11 September 2024 - 06:30 WIB
Dilema Muslim Modern: Utang atau Sedekah? Ini Kata Buya Yahya
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dalam sebuah ceramah yang menyentuh hati, Buya Yahya, ulama terkemuka Indonesia, menekankan pentingnya mendahulukan pembayaran utang daripada bersedekah. Pendapat ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi di masa sulit.

Buya Yahya menjelaskan bahwa meskipun sedekah adalah perbuatan mulia, namun membayar utang harus menjadi prioritas utama bagi seorang Muslim. Beliau menegaskan bahwa bersedekah sementara masih memiliki utang yang jatuh tempo bisa dianggap sebagai tindakan yang tidak tepat dalam pandangan Islam.

"Selagi masih memiliki utang, jangan berpikir tentang berbuat baik dulu selain bayar utang, jangan berpikir sedekah dulu," ujar Buya Yahya, dikutip Rabu (11/9/2024).

Ulama ini mengilustrasikan poinnya dengan contoh sederhana: seseorang yang berutang Rp100 ribu dan harus membayarnya hari ini, namun malah memilih untuk menyedekahkan uang tersebut kepada orang lain. Buya Yahya menekankan bahwa tindakan seperti ini bisa memicu kemarahan dari pemberi pinjaman dan dianggap tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Buya Yahya mengingatkan bahwa kita sering tertipu dengan pemikiran bahwa bersedekah akan memudahkan pembayaran utang. Ia menegaskan bahwa hukum membayar utang adalah wajib dan harus didahulukan daripada sedekah.

"Kita sering tertipu, membayar utang hukumnya wajib dahulukan bayar utang, jangan urusi sedekah," tegas Buya Yahya.

Namun, Buya Yahya juga memberikan pengecualian. Jika seseorang memiliki utang yang belum jatuh tempo dan memiliki rencana yang jelas untuk melunasinya, maka bersedekah masih diperbolehkan. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam ajaran Islam yang tetap mempertimbangkan kondisi individu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya