Masjid Jogokariyan Bangkitkan Perekonomian Rakyat Lewat Pasar Rakyat
Mahmuda attar hussein
Ahad, 12 September 2021 - 10:00 WIB
Ilustrasi masjid Jofokariyakan gelar pasar rakyat. Foto: Langit7/Istock
Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, menyebabkan kebijakan PPKM Darurat yang dilakukan pemerintah masih terus diberlakukan di berbagai wilayah. Hal itu berimbas kepada lesunya perekonomian rakyat, seperti kegiatan muamalah.
Untuk mendorong kebangkitan perekonomian rakyat, Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, membuka Pasar Rakyat. Hal itu dilakukan, guna meningkatkan kegiatan muamalah dan membangkitkan perekonomian masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM Darurat.
Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Ustadz M Jazir mengatakan, Pasar Rakyat Masjid Jogokariyan diselenggarakan dalam rangka membangkitkan ekonomi rakyat yang ada di wilayah Kampung Jogokariyan. Di dalamnya terdapat 60 pelaku UMKM, yang didominasi dengan berdagang makanan, sayuran, dan sembako.
Menurutnya, selama PPKM Darurat banyak pelaku usaha yang tidak bisa berjualan dan mulai menggerogoti tabungan, kesulitan modal, hingga berutang. Untuk itu, pihaknya turut menjembatani kegiatan muamalah, dengan mensubsidi dan memberikan voucher belanja untuk konsumen, yang termasuk jemaah Masjid Jogokariyan.
“Jadi setiap masyarakat yang melaksanakan salat berjamaah di Masjid Jogokariyan, akan mendapatkan voucher senilai Rp10 ribu. Voucher ini bisa digunakan untuk kebutuhan belanja mereka setiap hari,” jelasnya dikanal Youtube Masjid Jogokariyan.
Baca juga:Masjid Agung Darussalam Jadi Kebanggaan Warga Purbalingga
Ia berharap, melalui kegiatan ini dapat menjadikan keberkahan antar pelaku muamalah. Di antaranya pedagang yang bisa terbantu karena bisa mendapatkan pelanggan, dan pelanggan yang berasal dari jamaah Masjid Jogokariyan juga dapat meningkatkan daya beli mereka.
Untuk mendorong kebangkitan perekonomian rakyat, Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, membuka Pasar Rakyat. Hal itu dilakukan, guna meningkatkan kegiatan muamalah dan membangkitkan perekonomian masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM Darurat.
Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Ustadz M Jazir mengatakan, Pasar Rakyat Masjid Jogokariyan diselenggarakan dalam rangka membangkitkan ekonomi rakyat yang ada di wilayah Kampung Jogokariyan. Di dalamnya terdapat 60 pelaku UMKM, yang didominasi dengan berdagang makanan, sayuran, dan sembako.
Menurutnya, selama PPKM Darurat banyak pelaku usaha yang tidak bisa berjualan dan mulai menggerogoti tabungan, kesulitan modal, hingga berutang. Untuk itu, pihaknya turut menjembatani kegiatan muamalah, dengan mensubsidi dan memberikan voucher belanja untuk konsumen, yang termasuk jemaah Masjid Jogokariyan.
“Jadi setiap masyarakat yang melaksanakan salat berjamaah di Masjid Jogokariyan, akan mendapatkan voucher senilai Rp10 ribu. Voucher ini bisa digunakan untuk kebutuhan belanja mereka setiap hari,” jelasnya dikanal Youtube Masjid Jogokariyan.
Baca juga:Masjid Agung Darussalam Jadi Kebanggaan Warga Purbalingga
Ia berharap, melalui kegiatan ini dapat menjadikan keberkahan antar pelaku muamalah. Di antaranya pedagang yang bisa terbantu karena bisa mendapatkan pelanggan, dan pelanggan yang berasal dari jamaah Masjid Jogokariyan juga dapat meningkatkan daya beli mereka.