LANGIT7.ID, Jogyakarta - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, menyebabkan kebijakan PPKM Darurat yang dilakukan pemerintah masih terus diberlakukan di berbagai wilayah. Hal itu berimbas kepada lesunya perekonomian rakyat, seperti kegiatan muamalah.
Untuk mendorong kebangkitan perekonomian rakyat, Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, membuka Pasar Rakyat. Hal itu dilakukan, guna meningkatkan kegiatan muamalah dan membangkitkan perekonomian masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM Darurat.
Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Ustadz M Jazir mengatakan, Pasar Rakyat Masjid Jogokariyan diselenggarakan dalam rangka membangkitkan ekonomi rakyat yang ada di wilayah Kampung Jogokariyan. Di dalamnya terdapat 60 pelaku UMKM, yang didominasi dengan berdagang makanan, sayuran, dan sembako.
Menurutnya, selama PPKM Darurat banyak pelaku usaha yang tidak bisa berjualan dan mulai menggerogoti tabungan, kesulitan modal, hingga berutang. Untuk itu, pihaknya turut menjembatani kegiatan muamalah, dengan mensubsidi dan memberikan voucher belanja untuk konsumen, yang termasuk jemaah Masjid Jogokariyan.
“Jadi setiap masyarakat yang melaksanakan salat berjamaah di Masjid Jogokariyan, akan mendapatkan voucher senilai Rp10 ribu. Voucher ini bisa digunakan untuk kebutuhan belanja mereka setiap hari,” jelasnya dikanal Youtube Masjid Jogokariyan.
Baca juga: Masjid Agung Darussalam Jadi Kebanggaan Warga PurbalinggaIa berharap, melalui kegiatan ini dapat menjadikan keberkahan antar pelaku muamalah. Di antaranya pedagang yang bisa terbantu karena bisa mendapatkan pelanggan, dan pelanggan yang berasal dari jamaah Masjid Jogokariyan juga dapat meningkatkan daya beli mereka.
Paling tidak, lanjut dia, Masjid Jogokariyan bisa mengeluarkan voucher dalam seharinya sekitar Rp4 juta. Namun, nilai itu menjadi pakem khusus, menurutnya jika memang diperlukan, Masjid Jogokariyan siap menambah pengeluaran untuk voucher tersebut.
“Kebetulan anggaran kita juga telah kami siapkan dan lebih dari nilai itu. Artinya kami berupaya mendorong daya beli masyarakat yang dimulai dari masjid dan pedagang bisa bangkit karena mendapatkan pelanggan,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak, yang berimbas kepada pedagang, dan lesunya daya beli masyarakat akibat pandemi. Selain itu, ia juga mengatakan siap untuk memperpanjang kegiatan Pasar Rakyat ini hingga pedagang dan pembeli mampu melakukan muamalah secara mandiri seperti biasanya.
“Pasar Rakyat ini juga menjadi salah satu ajang promosi kami. Mudah-mudahan langkah kecil yang kami lakukan bisa menginisiasi lembaga sosial masyarakat, seperti masjid agar bisa menghidupkan kembali ekonomi rakyat, akibat dampak dari PPKM Darurat. Dari masjid ekonomi rakyat bangkit, segera merdeka dari belenggu Covid-19,” jelasnya.
Baca juga:
Pilih Imam Shalat Tidak Boleh Sembarangan, Sebab Ia Pemimpin dalam IbadahSebagai informasi, Masjid Jogokariyan melalui Pasar Rakyat ini berupaya untuk menjadikan ekonomi berbasis masjid sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Melalui Biro Pemberdayaan Ekonomi, Masjid Jogokariyan membantu pelaku UMKM di Kampung Jogokariyan untuk bisa menghidupkan kembali kegiatan muamalah mereka.
Pasar Rakyat ini menyediakan lapak dagang di halaman masjid. Di mana warga dan jemaah bisa menjajakan dagangannya mulai pukul 05.00-09.00 WIB.
(zul)