Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 Juli 2026
home masjid detail berita

Masjid Jogokariyan Bangkitkan Perekonomian Rakyat Lewat Pasar Rakyat

mahmuda attar hussein Ahad, 12 September 2021 - 10:00 WIB
Masjid Jogokariyan Bangkitkan Perekonomian Rakyat Lewat Pasar Rakyat
Ilustrasi masjid Jofokariyakan gelar pasar rakyat. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Jogyakarta - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, menyebabkan kebijakan PPKM Darurat yang dilakukan pemerintah masih terus diberlakukan di berbagai wilayah. Hal itu berimbas kepada lesunya perekonomian rakyat, seperti kegiatan muamalah.

Untuk mendorong kebangkitan perekonomian rakyat, Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, membuka Pasar Rakyat. Hal itu dilakukan, guna meningkatkan kegiatan muamalah dan membangkitkan perekonomian masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM Darurat.

Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Ustadz M Jazir mengatakan, Pasar Rakyat Masjid Jogokariyan diselenggarakan dalam rangka membangkitkan ekonomi rakyat yang ada di wilayah Kampung Jogokariyan. Di dalamnya terdapat 60 pelaku UMKM, yang didominasi dengan berdagang makanan, sayuran, dan sembako.

Menurutnya, selama PPKM Darurat banyak pelaku usaha yang tidak bisa berjualan dan mulai menggerogoti tabungan, kesulitan modal, hingga berutang. Untuk itu, pihaknya turut menjembatani kegiatan muamalah, dengan mensubsidi dan memberikan voucher belanja untuk konsumen, yang termasuk jemaah Masjid Jogokariyan.

“Jadi setiap masyarakat yang melaksanakan salat berjamaah di Masjid Jogokariyan, akan mendapatkan voucher senilai Rp10 ribu. Voucher ini bisa digunakan untuk kebutuhan belanja mereka setiap hari,” jelasnya dikanal Youtube Masjid Jogokariyan.

Baca juga: Masjid Agung Darussalam Jadi Kebanggaan Warga Purbalingga

Ia berharap, melalui kegiatan ini dapat menjadikan keberkahan antar pelaku muamalah. Di antaranya pedagang yang bisa terbantu karena bisa mendapatkan pelanggan, dan pelanggan yang berasal dari jamaah Masjid Jogokariyan juga dapat meningkatkan daya beli mereka.

Paling tidak, lanjut dia, Masjid Jogokariyan bisa mengeluarkan voucher dalam seharinya sekitar Rp4 juta. Namun, nilai itu menjadi pakem khusus, menurutnya jika memang diperlukan, Masjid Jogokariyan siap menambah pengeluaran untuk voucher tersebut.

“Kebetulan anggaran kita juga telah kami siapkan dan lebih dari nilai itu. Artinya kami berupaya mendorong daya beli masyarakat yang dimulai dari masjid dan pedagang bisa bangkit karena mendapatkan pelanggan,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak, yang berimbas kepada pedagang, dan lesunya daya beli masyarakat akibat pandemi. Selain itu, ia juga mengatakan siap untuk memperpanjang kegiatan Pasar Rakyat ini hingga pedagang dan pembeli mampu melakukan muamalah secara mandiri seperti biasanya.

“Pasar Rakyat ini juga menjadi salah satu ajang promosi kami. Mudah-mudahan langkah kecil yang kami lakukan bisa menginisiasi lembaga sosial masyarakat, seperti masjid agar bisa menghidupkan kembali ekonomi rakyat, akibat dampak dari PPKM Darurat. Dari masjid ekonomi rakyat bangkit, segera merdeka dari belenggu Covid-19,” jelasnya.

Baca juga: Pilih Imam Shalat Tidak Boleh Sembarangan, Sebab Ia Pemimpin dalam Ibadah

Sebagai informasi, Masjid Jogokariyan melalui Pasar Rakyat ini berupaya untuk menjadikan ekonomi berbasis masjid sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Melalui Biro Pemberdayaan Ekonomi, Masjid Jogokariyan membantu pelaku UMKM di Kampung Jogokariyan untuk bisa menghidupkan kembali kegiatan muamalah mereka.

Pasar Rakyat ini menyediakan lapak dagang di halaman masjid. Di mana warga dan jemaah bisa menjajakan dagangannya mulai pukul 05.00-09.00 WIB.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan