home wirausaha syariah

KOLOM EKONOMI SYARIAH: Utlubul Ilma Walau Bi Tsin

Senin, 28 Oktober 2024 - 05:30 WIB
KOLOM EKONOMI SYARIAH: Utlubul Ilma Walau Bi Tsin
Prof.Dr.Bambang Setiaji

LANGIT7.ID-Carilah ilmu sampai negeri China. Kalimat yang sangat terkenal tersebut terdapat dalam karya beberapa ulama, tetapi memang belum tentu berasal dari Nabi Muhammad SAW. Namun demikian Islam secara umum mendorong umatnya untuk belajar dari negara manapun. Setelah tersebar keluar dari jazirah Arab tentu para penyebar berinteraksi dengan berbagai budaya termasuk ilmu pengetahuan di dalamnya.

Baca juga:KOLOM EKONOMI SYARIAH: Apakah Ekonomi Dunia Islam Real Atau Mitos?

Mengambil dari China tentu saja bukan belajar ilmu agama, karena pusat agama pada waktu itu berada di Jazirah Arab, tentulah belajar dalam ilmu dunia. China pada waktu itu sudah merupakan pusat peradaban, produk produk industri keramik, mesiu, dan kertas, ditemukan di China.

Setelah mengalami pasang surut dalam sejarah yang panjang dan terakhir sejak 1949 China berubah menjadi negara modern yang dikendalikan oleh partai komunis. Setelah berjalan 30 tahun mengalami stagnasi, kemudian China menerima ekonomi pasar dan perkawinannya melahirkan ekonomi pasar sosial, atau pasar yang diregulasi atau diarahkan. Perpaduan dengan munculnya usaha usaha swasta yang besar bersama dengan BUMN di berbagai bidang.

Baca juga: KOLOM EKONOMI SYARIAH: Nilai Islam dan Panggilan Kewirausahaan

Teknologi China mulai menyamai Barat, yang terbuka dengan masuknya relokasi berbagai perusahaan Eropa, Amerika, dan Jepang. Mesin mesin kapital berpadu dengan pekerja murah yang memiliki etos kerja tinggi. Era teknologi 4.0 China mengembangkan sendiri mesin mesin pencari internet Baidu, mengembangkan aplikasi angkutan Didi, pertemanan Pinduoduo dan sebagainya, apa saja yang dibuat di negara lain juga dibuat di China.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya