Tiga Zuriah Nabi Paling Berjasa dalam Pendidikan Islam Hari Ini
Muhajirin
Kamis, 16 September 2021 - 10:45 WIB
Kiri ke kanan: Sayyid Naquib al-Attas, Habib Umar bin Hafidz dan Syekh Ahmad Thayyib (foto: istimewa)
Umat Islam di bumi Nusantara berutang budi kepada ulama keturunan Nabi Muhammad SAW. Terutama pada mereka yang sangat berjasa dalam membangun pendidikan Islam dan dalam menyebarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah ke penjuru dunia. Terlebih dalam mengkader para ulama yang kemudian berdakwah di bumi Nusantara hari ini.
Tidak hanya garis keturunan, mata rantai ilmu mereka juga terhubung dengan Nabi SAW. Sehingga, hingga saat ini umat Islam dapat meneguk air ilmu dari mereka. Tidak hanya pada awal penyebaran Islam, bahkan hingga saat ini jasa mereka sangat berharga.
Ada tiga ulama yang masih hidup dari kalangan Ahlul Bayt yang sangat berpengaruh dalam perkembangan pendidikan Islam. Mereka membentengi umat Islam dari keyakinan yang tidak sesuai dengan keyakinan Islam.
1. Syed Muhammad Naquib Al-Attas
Kiprah Syed Muhammad Naquib Al-Attas tidak bisa diragukan lagi, khususnya dalam dunia pemikiran Islam. di Malaysia, ia mendirikan sebuah institut pendidikan tinggi, Institut Internasional Pemikiran dan Peradaban Islam (ISTAC).
Dari lembaga ini, Syed Muhammad Naquib Al-Attas berhasil mendidik beberapa mahasiswa yang sangat terkenal dengan ilmunya seperti Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud, Prof. Khalif Muammar, Prof. Tatiana Denisova, Prof. dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, Prof. Muhammad Zainy, Associate Prof. Dr. Wan Suhaimi dan banyak lagi.
Syed Muhammad Naquib Al-Attas yang lahir pada 1931, adalah seorang filsuf Islam dengan pemikiran yang hebat. Pemikirannya cukup unik karena selain mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Islam, ia juga melakukan analisis bahasa dalam memahami perkembangan pendidikan Islam.
Tidak hanya garis keturunan, mata rantai ilmu mereka juga terhubung dengan Nabi SAW. Sehingga, hingga saat ini umat Islam dapat meneguk air ilmu dari mereka. Tidak hanya pada awal penyebaran Islam, bahkan hingga saat ini jasa mereka sangat berharga.
Ada tiga ulama yang masih hidup dari kalangan Ahlul Bayt yang sangat berpengaruh dalam perkembangan pendidikan Islam. Mereka membentengi umat Islam dari keyakinan yang tidak sesuai dengan keyakinan Islam.
1. Syed Muhammad Naquib Al-Attas
Kiprah Syed Muhammad Naquib Al-Attas tidak bisa diragukan lagi, khususnya dalam dunia pemikiran Islam. di Malaysia, ia mendirikan sebuah institut pendidikan tinggi, Institut Internasional Pemikiran dan Peradaban Islam (ISTAC).
Dari lembaga ini, Syed Muhammad Naquib Al-Attas berhasil mendidik beberapa mahasiswa yang sangat terkenal dengan ilmunya seperti Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud, Prof. Khalif Muammar, Prof. Tatiana Denisova, Prof. dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, Prof. Muhammad Zainy, Associate Prof. Dr. Wan Suhaimi dan banyak lagi.
Syed Muhammad Naquib Al-Attas yang lahir pada 1931, adalah seorang filsuf Islam dengan pemikiran yang hebat. Pemikirannya cukup unik karena selain mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Islam, ia juga melakukan analisis bahasa dalam memahami perkembangan pendidikan Islam.