Sejarah Pesantren VIP Bina Insan Mulia: Dari Tegal Koneng sampai Modern
Rofi Ali Majid
Sabtu, 28 Desember 2024 - 06:08 WIB
Pesantren VIP Bina Insan Mulia. (Sumber: BIMA)
Pesantren Bina Insan Mulia yang berdiri sejak 1942 memiliki sejarah panjang. Mulanya,KH. Sirojuddin mendirikan pesantren tersebut dengan namaPesantren Al-Ikhlas di Tegal Koneng.
Merujuk keterangan di laman resmi, sosok KH. Sirojuddin yang akrab disapa Abah Siroj mendirikan pesantreniniusai hijrah dari Pondok Pesantren Bobos.
Di Tegal Koneng, ia membangun tempat ibadah, rumah, dan lokasi pengajian, sampai berkembang menjadi pusat pendidikan Islam di wilayah tersebut.
Dimasa itu, pesantren jadi tujuan santri dari berbagai daerah, seperti Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Pengajian rutin setiap Rabu dan Jumat dipimpin langsung oleh Abah Sirojsampai menarik ratusan jamaah dari wilayah sekitar.
Baca Juga:5 Fakta Menarik Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2: Fasilitas Mewah Harga Murah
Setelah KH. Sirojuddin wafat, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh putranya, KH. Anas Sirojuddin, alumnus Pondok Pesantren Kempek dan Lasem.
Di bawah kepemimpinannya, sistem pendidikan pesantren diperluas dengan mendirikan lembaga formal seperti Madrasah Diniyah, Madrasah Tsanawiyah, PAUD, dan TK. Semuanya masih diberi nama Al-Ikhlas.
Merujuk keterangan di laman resmi, sosok KH. Sirojuddin yang akrab disapa Abah Siroj mendirikan pesantreniniusai hijrah dari Pondok Pesantren Bobos.
Di Tegal Koneng, ia membangun tempat ibadah, rumah, dan lokasi pengajian, sampai berkembang menjadi pusat pendidikan Islam di wilayah tersebut.
Dimasa itu, pesantren jadi tujuan santri dari berbagai daerah, seperti Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Pengajian rutin setiap Rabu dan Jumat dipimpin langsung oleh Abah Sirojsampai menarik ratusan jamaah dari wilayah sekitar.
Baca Juga:5 Fakta Menarik Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2: Fasilitas Mewah Harga Murah
Setelah KH. Sirojuddin wafat, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh putranya, KH. Anas Sirojuddin, alumnus Pondok Pesantren Kempek dan Lasem.
Di bawah kepemimpinannya, sistem pendidikan pesantren diperluas dengan mendirikan lembaga formal seperti Madrasah Diniyah, Madrasah Tsanawiyah, PAUD, dan TK. Semuanya masih diberi nama Al-Ikhlas.