home edukasi & pesantren

Berhasil di Al-Azhar Mesir: Mahasiswa Lombok Timur Ungkap Transmisi Hadis Kuno Spanyol dalam Tesis Magister

Jum'at, 17 Januari 2025 - 09:32 WIB
Berhasil di Al-Azhar Mesir: Mahasiswa Lombok Timur Ungkap Transmisi Hadis Kuno Spanyol dalam Tesis Magister
LANGIT7.ID-,Jakarta; Muhammad Zainuddin Ruslan Zain, putra asli Lombok Timur, mencatatkan prestasi internasional di universitas Islam tertua dunia, Al-Azhar Kairo, dengan meraih nilai tertinggi (Mumtaz/A+) dalam sidang tesis magisternya. Penelitian setebal 985 halaman ini mengungkap temuan bersejarah tentang transmisi hadis dari Qasim bin Ashbag, ulama hadis terkemuka asal Kordoba, Spanyol yang selama ini jarang dikaji.

Sidang berlangsung selama 3 jam di Auditorium Grand Syaikh Al-Azhar Imam Akbar Ahmad Thayyib, Nasr City, Kairo pada 16 Januari 2025. Momentum bersejarah ini disaksikan ratusan mahasiswa dan tamu kehormatan, termasuk Abdul Muta'ali, MA., M.I.P., Ph.D. selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, serta Ketua Senat Mahasiswa Ushuluddin Kairo.

Kesuksesan penelitian ini diuji oleh tiga pakar hadis terkemuka Al-Azhar: Prof. Dr. Muhammad Salim Al-Sayyid Athiyyah (Guru Besar Hadis Universitas Al-Azhar Putri), Prof. Dr. Khalid Syakir Athiyyah Sulaiman (Wakil Dekan Fakultas Ulum Islamiyyah), dan Prof. Dr. Subhi Abdul Fattah Rabi' (mantan Wakil Dekan Fakultas Studi Islam dan Arab).

Temuan Mengejutkan: Jejak Hadis Kuno di Eropa Setara dengan Arab

Dalam tesis berjudul "Hadis-Hadis Riwayat Qasim bin Ashbag Al-Andalusi dalam Kitab-Kitab Sunnah dari Musnad Abu Hurairah RA: Kompilasi, Autentikasi, Studi Sanad dan Analisis Matan", Zainuddin berhasil membongkar fakta mencengangkan tentang perkembangan periwayatan hadis di Spanyol pada masa keemasan Islam abad ke-3 dan ke-4 Hijriah.

Riset komprehensif ini membuktikan bahwa perkembangan transmisi hadis di kawasan Eropa, khususnya Spanyol, pernah mencapai kejayaan yang sejajar dengan pusat studi hadis di wilayah Arab. Temuannya diperkuat dengan dokumentasi 1550 hadis dari mata rantai periwayatan Qasim bin Ashbag, dengan tingkat otentisitas mencapai 88% yang dapat dijadikan landasan hukum syariat Islam.

Profesor Al-Azhar: Tesis Hadis Mahasiswa Indonesia Capai Nilai Tertinggi
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya