home edukasi & pesantren

Praktik Kesetaraan Jender Alami Kemunduran setelah Nabi Wafat

Selasa, 21 Januari 2025 - 16:12 WIB
Setelah beliau wafat dan wilayah Islam semakin meluas, kondisi ideal yang mulai diterapkan Nabi kembali mengalami kemunduran. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Kehidupan perempuan di masa Nabi Muhammad SAW perlahan-lahan sudah mengarah kepada keadilan gender. Akan tetapi setelah beliau wafat dan wilayah Islam semakin meluas, kondisi ideal yang mulai diterapkan Nabi kembali mengalami kemunduran.

Prof Dr KH Nasaruddin Umar dalam artikelnya berjudul "Perspektif Jender Dalam Islam" pada Jurnal Pemikiran Islam Paramadina menyebut dunia Islam mengalami enkulturasi dengan mengadopsi kultur-kultur androsentris (untuk tidak menyebut kultur misogyny).

Wilayah Islam bertambah luas ke bekas wilayah jajahan Persia di Timur, bekas jajahan Romawi dengan pengaruh kebudayaan Yunaninya di Barat, dan ke Afrika, seperti Mesir dengan sisa-sisa kebudayaan Mesir Kunonya di bagian Selatan.

Pusat-pusat kebudayaan tua tersebut memperlakukan kaum perempuan sebagai the second sex.

Para ulama yang berasal dari wilayah tersebut sulit melepaskan diri dari kebudayaan lokalnya di dalam menafsirkan sumber-sumber ajaran Islam.

Baca juga: Nasaruddin Umar: Hampir Semua Tafsir Mengalami Gender Bias

Akibatnya, fikih yang berkembang di dalam sejarah Islam adalah fikih patriarki. Dapat dimaklumi, komunitas Islam yang semakin jauh dari pusat kotanya (heartland), akan semakin kuat mengalami proses enkulturasi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya