Cuma di Indonesia Masjid dan Gereja Disatukan Terowongan, Ini Alasan PUPR
Ahmad zuhdi
Rabu, 22 September 2021 - 18:53 WIB
Terowongan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta dibangun dengan tujuan memfasilitasi ruang parkir bagi jamaah. Foto: Dok Kementerian PUPR
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akhirnya merampungkan konstruksi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. Terowongan ini dibangun bertujuan untuk memfasilitasi ruang parkir bagi jamaah Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penghubung antara dua rumah ibadah ini secara teknis bisa saja menggunakan jembatan penyeberangan. Namun,karena faktor keamanan dan keselamatan desain yang dipilih adalah terowongan bawah tanah.
Baca Juga:Pesan Jusuf Kalla, Masjid Bisa Jadikan Ummat Islam Kaya
"Ada tiga alternatif sebetulnya bisa jembatan penyeberangan, tapi kan terlalu curam, atau dengan yang lain, kita pilih terowongan yang lebih aman," kata Basuki dalam keterangannya, Selasa (21/9/2021).
Selain faktor keamanan pengguna, Terowongan Silaturahmi juga dibangun dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan bangunan. “Bangunan Gereja Katedral sudah sangat tua dan merupakan cagar budaya, begitu juga dengan Masjid Istiqlal yang merupakan cagar budaya sehingga kita harus bangun suatu konstruksi yang benar-benar aman,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti.
Dikatakan Diana saat pembangunan konstruksi juga melibatkan Direktorat Jenderal Bina Marga untuk masalah terowongan seperti sistem yang akan dibangun, pondasi, dan struktur bangunan. “Kami juga memperhatikan utilitas-utilitas di atasnya agar jangan sampai terputus dan bermasalah," kata Diana.
Baca Juga:Sunnah Rasul Malam Jumat Berhubungan Badan Ternyata Hadist Palsu
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penghubung antara dua rumah ibadah ini secara teknis bisa saja menggunakan jembatan penyeberangan. Namun,karena faktor keamanan dan keselamatan desain yang dipilih adalah terowongan bawah tanah.
Baca Juga:Pesan Jusuf Kalla, Masjid Bisa Jadikan Ummat Islam Kaya
"Ada tiga alternatif sebetulnya bisa jembatan penyeberangan, tapi kan terlalu curam, atau dengan yang lain, kita pilih terowongan yang lebih aman," kata Basuki dalam keterangannya, Selasa (21/9/2021).
Selain faktor keamanan pengguna, Terowongan Silaturahmi juga dibangun dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan bangunan. “Bangunan Gereja Katedral sudah sangat tua dan merupakan cagar budaya, begitu juga dengan Masjid Istiqlal yang merupakan cagar budaya sehingga kita harus bangun suatu konstruksi yang benar-benar aman,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti.
Dikatakan Diana saat pembangunan konstruksi juga melibatkan Direktorat Jenderal Bina Marga untuk masalah terowongan seperti sistem yang akan dibangun, pondasi, dan struktur bangunan. “Kami juga memperhatikan utilitas-utilitas di atasnya agar jangan sampai terputus dan bermasalah," kata Diana.
Baca Juga:Sunnah Rasul Malam Jumat Berhubungan Badan Ternyata Hadist Palsu