Pesantren Ekologi Ath-Thaariq: Tak Hanya Ngaji, Tapi Juga Menjaga Alam Terus Lestari
Muhajirin
Senin, 12 Juli 2021 - 17:30 WIB
Para santri Pesantren Ekologi Ath-Thaariq belajar dengan Ibu Nyai Nissa Wargadipura di Kebun Vertikultur Pesantren Kebon Sawah. (Foto: istimewa)
Bagi kebanyakan orang, mendengar kata pesantren maka yang terbayang adalah boca-bocah sarungan bawa kitab kuning dan Al-Quran. Itu ada benarnya juga. Tapi tunggu, pesantren juga mengikuti perkembangan zaman. Bahkan banyak pesantren modern yang memadukan sistem tradisional dan pendidikan umum.
Pesantren memiliki banyak kelebihan. Selain wadah transfer ilmu agama dan umum, pesantren sangat cocok untuk membentuk karakter anak menjadi generasi Qurani.Sebagaimana dikatakan Rektor Universitas Ibnu Khaldun, Musni Umar, saat berbincang dengan LANGIT7.ID pekan lalu.
Dewasa ini, banyak pesantren memiliki fokus pada bidang keilmuan tertentu sebagai kegiatan ekstrakurikuler santri. Pagi ngaji kitab kuning, sore belajar ilmu modern. Salah satunya Pondok Pesantren Pesantren Ekologi Ath-Thaariq.
Pondok pesantren asuhan KH Ibang Lukman Nurdin dan Ny Nissa Wargadipura itu terletak di Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jika di Jepang banyak lembaga pendidikan fokus mengajar siswa untuk mengembangkan teknologi, di pesantren tersebut bergerak di bidang pembelajaran pengolahan pertanian dan perkebunan. Sesuai dengan kondisi geografis Jawa Barat, dan Indonesia pada umumnya yang dipenuhi sumber daya alam yang sangat kaya.
Di pesantren itu, santri diajarkan untuk berkomitmen hidup mandiri dan menjaga kelestarian alam. Pertanian dan perkebunan masuk dalam kurikulum pesantren. Mereka menggunakan open pollinated organic seedyang berarti benih organik yang diserbuki secara terbuka dalam bertani dan berkebun. Keren bukan?
Pesantren Ath-Thariq memang didirikan dengan konsep ekologi. Jadi, selain belajar mengaji dan memperdalam ilmu agama, para santri diajarkan bertani dan berkebun. Mengutip laman resmi Pesantren Ekologi, Pesantren Ath-Thaariq akan menempa santri untuk mandiri, baik pada saat di pondok atau setelah selesai. Mereka akan disiapkan untuk belajar melayani diri sendiri dan alam.
Sistem Open Pollinated Organic Seed yang digunakan berbasis pengetahuan ekologi. Pendidikan ini sangat cocok di mana industri pabrik sudah merambah hutan, apalagi tambang. Sistem itu berbasis Agroekologi, artinya para santri diajarkan tentang pentingnya menanam tanpa merusak ekosistem, merawat, memanen, dan memasarkan dengan harga yang adil. Bahkan, para santri dilatih melakukan penelitian dan menjadi inventor. Berbekal pendidikan itu, para santri bisa tumbuh menjadi pribadi yang berpandangan pada penyelamatan dan kepedulian pada manusia, bumi dan masa depan.
Pesantren memiliki banyak kelebihan. Selain wadah transfer ilmu agama dan umum, pesantren sangat cocok untuk membentuk karakter anak menjadi generasi Qurani.Sebagaimana dikatakan Rektor Universitas Ibnu Khaldun, Musni Umar, saat berbincang dengan LANGIT7.ID pekan lalu.
Dewasa ini, banyak pesantren memiliki fokus pada bidang keilmuan tertentu sebagai kegiatan ekstrakurikuler santri. Pagi ngaji kitab kuning, sore belajar ilmu modern. Salah satunya Pondok Pesantren Pesantren Ekologi Ath-Thaariq.
Pondok pesantren asuhan KH Ibang Lukman Nurdin dan Ny Nissa Wargadipura itu terletak di Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jika di Jepang banyak lembaga pendidikan fokus mengajar siswa untuk mengembangkan teknologi, di pesantren tersebut bergerak di bidang pembelajaran pengolahan pertanian dan perkebunan. Sesuai dengan kondisi geografis Jawa Barat, dan Indonesia pada umumnya yang dipenuhi sumber daya alam yang sangat kaya.
Di pesantren itu, santri diajarkan untuk berkomitmen hidup mandiri dan menjaga kelestarian alam. Pertanian dan perkebunan masuk dalam kurikulum pesantren. Mereka menggunakan open pollinated organic seedyang berarti benih organik yang diserbuki secara terbuka dalam bertani dan berkebun. Keren bukan?
Pesantren Ath-Thariq memang didirikan dengan konsep ekologi. Jadi, selain belajar mengaji dan memperdalam ilmu agama, para santri diajarkan bertani dan berkebun. Mengutip laman resmi Pesantren Ekologi, Pesantren Ath-Thaariq akan menempa santri untuk mandiri, baik pada saat di pondok atau setelah selesai. Mereka akan disiapkan untuk belajar melayani diri sendiri dan alam.
Sistem Open Pollinated Organic Seed yang digunakan berbasis pengetahuan ekologi. Pendidikan ini sangat cocok di mana industri pabrik sudah merambah hutan, apalagi tambang. Sistem itu berbasis Agroekologi, artinya para santri diajarkan tentang pentingnya menanam tanpa merusak ekosistem, merawat, memanen, dan memasarkan dengan harga yang adil. Bahkan, para santri dilatih melakukan penelitian dan menjadi inventor. Berbekal pendidikan itu, para santri bisa tumbuh menjadi pribadi yang berpandangan pada penyelamatan dan kepedulian pada manusia, bumi dan masa depan.