Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 11 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Pesantren Ekologi Ath-Thaariq: Tak Hanya Ngaji, Tapi Juga Menjaga Alam Terus Lestari

Muhajirin Senin, 12 Juli 2021 - 17:30 WIB
Pesantren Ekologi Ath-Thaariq: Tak Hanya Ngaji, Tapi Juga Menjaga Alam Terus Lestari
Para santri Pesantren Ekologi Ath-Thaariq belajar dengan Ibu Nyai Nissa Wargadipura di Kebun Vertikultur Pesantren Kebon Sawah. (Foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Garut - Bagi kebanyakan orang, mendengar kata pesantren maka yang terbayang adalah boca-bocah sarungan bawa kitab kuning dan Al-Quran. Itu ada benarnya juga. Tapi tunggu, pesantren juga mengikuti perkembangan zaman. Bahkan banyak pesantren modern yang memadukan sistem tradisional dan pendidikan umum.

Pesantren memiliki banyak kelebihan. Selain wadah transfer ilmu agama dan umum, pesantren sangat cocok untuk membentuk karakter anak menjadi generasi Qurani. Sebagaimana dikatakan Rektor Universitas Ibnu Khaldun, Musni Umar, saat berbincang dengan LANGIT7.ID pekan lalu.

Dewasa ini, banyak pesantren memiliki fokus pada bidang keilmuan tertentu sebagai kegiatan ekstrakurikuler santri. Pagi ngaji kitab kuning, sore belajar ilmu modern. Salah satunya Pondok Pesantren Pesantren Ekologi Ath-Thaariq.

Pondok pesantren asuhan KH Ibang Lukman Nurdin dan Ny Nissa Wargadipura itu terletak di Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jika di Jepang banyak lembaga pendidikan fokus mengajar siswa untuk mengembangkan teknologi, di pesantren tersebut bergerak di bidang pembelajaran pengolahan pertanian dan perkebunan. Sesuai dengan kondisi geografis Jawa Barat, dan Indonesia pada umumnya yang dipenuhi sumber daya alam yang sangat kaya.

Di pesantren itu, santri diajarkan untuk berkomitmen hidup mandiri dan menjaga kelestarian alam. Pertanian dan perkebunan masuk dalam kurikulum pesantren. Mereka menggunakan open pollinated organic seed yang berarti benih organik yang diserbuki secara terbuka dalam bertani dan berkebun. Keren bukan?

Pesantren Ath-Thariq memang didirikan dengan konsep ekologi. Jadi, selain belajar mengaji dan memperdalam ilmu agama, para santri diajarkan bertani dan berkebun. Mengutip laman resmi Pesantren Ekologi, Pesantren Ath-Thaariq akan menempa santri untuk mandiri, baik pada saat di pondok atau setelah selesai. Mereka akan disiapkan untuk belajar melayani diri sendiri dan alam.

Sistem Open Pollinated Organic Seed yang digunakan berbasis pengetahuan ekologi. Pendidikan ini sangat cocok di mana industri pabrik sudah merambah hutan, apalagi tambang. Sistem itu berbasis Agroekologi, artinya para santri diajarkan tentang pentingnya menanam tanpa merusak ekosistem, merawat, memanen, dan memasarkan dengan harga yang adil. Bahkan, para santri dilatih melakukan penelitian dan menjadi inventor. Berbekal pendidikan itu, para santri bisa tumbuh menjadi pribadi yang berpandangan pada penyelamatan dan kepedulian pada manusia, bumi dan masa depan.

“Dalam islam itu tidak hanya cerita soal kebutuhan untuk pangan, tetapi disisi lain kewajiban untuk menjaga lingkungan, Ada hak binatang lain selain manusia, ada hak lingkungan juga,” begitu kata pengantar pendiri dalam laman resmi mereka.

Pesantren ini sudah berjalan lebih dari satu dekade. Didirikan pada 2009 silam dengan konsep kekeluargaan. Melalui pesantren ini secara nyata menjaga ekologi dengan kajian ilmu agama sebagai pijakan. Setiap Ahad para santri diajak untuk bertani berbagai jenis pangan. Intinya, apa yang mereka makan itu hasil jerih payah sendiri.

Lahan seluas 7500 m2 dimanfaatkan menjadi beberapa zona, yaitu area persawahan, kebun tanaman pangan, peternakan, dan juga pembenihan. Menariknya, para santri mengkonsumsi hasil panen sesuai yang tersedia, sehingga tidak bergantung pada satu jenis pangan. Santri terbiasa mengkonsumsi umbi-umbian, pisang, dan pangan selain nasi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat. Mereka mengkonsumsi sayur-sayuran yang mereka tanam di kebun sendiri.

Jika hasil panen melimpah, para santri akan diajarkan untuk menjual. Itu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi pesantren. Prinsipnya, jika diri sendiri sudah terpenuhi, baru jualan. Itu sesuai konsep Islam.

Saat ini, para santri tengah mengembangkan produk olahan dari hasil panen, yakni cabai dan tomat. Pengembangan produk ini sebagai unit bisnis pesantren yang dikelola secara terbuka bersama para santri. Mereka juga menjual berbagai tanaman obat yang dikeringkan dan berbagai jenis benih tanaman lokal. Selain itu, Pesantren juga membuat perpustakaan benih untuk kebutuhan ilmu pengetahuan.

Wah, mantap yah. Semua itu sesuai dengan misi dan visi Pesantren Ath-Thaariq, “menyebarkan pengetahuan dan mencetak kader agroekologi yang berpandangan pada penyelamatan dan kepedulian terhadap bumi, manusia dan masa depan.”

Mereka juga ingin menjadikan Sekolah Ekologi Kebon Sawah Pesantren Ath Thaariq sebagai pusat penyebaran sistem pengetahuan pertanian berkelanjutan yang berpandangan pada penyelamatan dan kepedulian terhadap bumi, manusia dan masa depan, serta menjadi contoh di Indonesia, yang mampu mengeluarkan berbagai produksi hasil pertanian tanpa merusak ekosistem yang ada, menjaga habitat, menjaga keanekaragaman hayati, memanen, dan memasarkannya dengan harga yang adil, sebagai bagian dari gerakan sosial, ekonomi dan ekologi yang berkeadilan.

Pesantren Ekologi Ath-Thaariq: Tak Hanya Ngaji, Tapi Juga Menjaga Alam Terus Lestari

Berikut beberapa program yang sedang berjalan:
  1. Pengembangan pertanian Agroekologi (“Permakultur”)
  2. Menyebarkan gagasan penggunaan Benih lokal atau Open Pollinated Organic Seed
  3. Menguatkan Rumah Herbal (produksi 15 jenis Teh Nusantara)
  4. Merintis Perpustakaan Benih
  5. Merintis Perpustakaan Pembaruan Desa dan Agraria
  6. Pusat Pendidikan “Membangun Sistem Pertanian Pekarangan sebagai Tradisi Pertanian Keluarga yang Menghargai, Menjamin dan Melindungi Keberlanjutan Alam” untuk komunitas komunitas keluarga tani
  7. Menjalankan Madrasah Diniyah berbasis alam
  8. Pendidikan Anak Usia Dini - PAUD berbasis alam
  9. Pesantren Salafiyah berbasis alam


(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 11 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)