Tobat Adalah Reparasi dan Penyembuhan bagi Keimanan yang Mengalami Kerusakan
Miftah yusufpati
Jum'at, 07 Maret 2025 - 18:01 WIB
Tobat adalah reparasi dan penyembuhan bagi keimanan yang mengalami kerusakan. ILustrasi: AI
LANGIT7.ID-Al-Qur'an menyebutkan tobat dari kemusyrikan dan kemunafikan. Allah SWT juga menyebutkan tobat dari dosa-dosa besar, seperti membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT kecuali dengan haknya. Juga zina yang Allah SWT cap sebagai jalan yang buruk dan kotor.
Al-Qur'an menggolongkan kedua perbuatan dosa besar ini dalam kelompok dosa yang paling besar setelah syirik. Allah SWT berfirman tentang sifat ibadurrahman.
"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS al Furqan: 68-70)
Baca juga: Sempat Murtad Lalu Tobat, Bagaimana Kewajiban Puasa yang Ditinggalkan?
Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "at Taubat Ila Allah" (Maktabah Wahbah, Kairo 1998) mengatakan tampak banyak ayat-ayat berbicara tentang iman setelah tobat, dan menyambung antara keduanya. Seperti terdapat dalam ayat ini.
Firman Allah SWT: "Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung." (QS al Qashash: 67).
Serta firman Allah SWT setelah menyebutkan beberapa Rasul-Nya dan nabi-nabi-Nya serta para pengikut mereka yang saleh, yang apabila dibacakan kepada mereka ayat Al Quran mereka segera tunduk sujud dan menangis.
Al-Qur'an menggolongkan kedua perbuatan dosa besar ini dalam kelompok dosa yang paling besar setelah syirik. Allah SWT berfirman tentang sifat ibadurrahman.
"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS al Furqan: 68-70)
Baca juga: Sempat Murtad Lalu Tobat, Bagaimana Kewajiban Puasa yang Ditinggalkan?
Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "at Taubat Ila Allah" (Maktabah Wahbah, Kairo 1998) mengatakan tampak banyak ayat-ayat berbicara tentang iman setelah tobat, dan menyambung antara keduanya. Seperti terdapat dalam ayat ini.
Firman Allah SWT: "Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung." (QS al Qashash: 67).
Serta firman Allah SWT setelah menyebutkan beberapa Rasul-Nya dan nabi-nabi-Nya serta para pengikut mereka yang saleh, yang apabila dibacakan kepada mereka ayat Al Quran mereka segera tunduk sujud dan menangis.