Alumni Gontor Gagas Forum Mubaligh, KH Hasan Sahal: Mubaligh Harus Membasuh Kelelahan Ummat
Muhajirin
Senin, 27 September 2021 - 11:02 WIB
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal (foto: istimewa)
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, KH Hasan Abdullah Sahal, meminta agar para dai atau mubaligh di Tanah Air hadir memberikan ketenangan kepada umat. Dia menyebut masyarakat sudah sangat lelah dengan pandemi yang tak kunjung reda.
Kiai Hasan tak ingin hati yang lelah itu membuat seorang manusia tertutup dari kebaikan. Dia menceritakan kisah Umar bin Khattab yang sedang menangis kemudian tersenyum hampir bersamaan. Ketika ditanya apa gerangan yang menyebabkan demikian, ia menjelaskan perihal dirinya pada masa jahiliyah dulu.
Baca Juga:Rektor Unida Gontor: Jangan Sedih, Hadapi Pandemi dengan Tawakkal
Umar bin Khattab menangis saat teringat momen ia mengubur anak perempuannya hidup-hidup. Lalu tersenyum saat mengingat cahaya Islam menghampiri sehingga bisa merasakan nikmatnya kebaikan.
KiaiHasanmengingatkan, tangisan umat karena kejahiliyahan (kebodohan) membuat batin mereka tersiksa yang menjauhkan mereka dari kebaikan. Maka itu, para dari harus hadir terus memberikan edukasi dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
“Kondisi ini harus direnungkan pada saat ini, adakah sekarang ini kita sedang menangis dan nanti akan tersenyum, atau sedang tersenyum dan nanti akan menangis, kembali kepada kita masing-masing,” kata KH Hasandalam Seminar Nasional & Pelantikan Pengurus Pusat Forum Muballigh Alumni Gontor, Ahad (26/9/2021).
Baca Juga:Menengok Dapur Rekaman Nasyid Gontor, Dakwah Santri Lewat Karya Seni
Kiai Hasan tak ingin hati yang lelah itu membuat seorang manusia tertutup dari kebaikan. Dia menceritakan kisah Umar bin Khattab yang sedang menangis kemudian tersenyum hampir bersamaan. Ketika ditanya apa gerangan yang menyebabkan demikian, ia menjelaskan perihal dirinya pada masa jahiliyah dulu.
Baca Juga:Rektor Unida Gontor: Jangan Sedih, Hadapi Pandemi dengan Tawakkal
Umar bin Khattab menangis saat teringat momen ia mengubur anak perempuannya hidup-hidup. Lalu tersenyum saat mengingat cahaya Islam menghampiri sehingga bisa merasakan nikmatnya kebaikan.
KiaiHasanmengingatkan, tangisan umat karena kejahiliyahan (kebodohan) membuat batin mereka tersiksa yang menjauhkan mereka dari kebaikan. Maka itu, para dari harus hadir terus memberikan edukasi dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
“Kondisi ini harus direnungkan pada saat ini, adakah sekarang ini kita sedang menangis dan nanti akan tersenyum, atau sedang tersenyum dan nanti akan menangis, kembali kepada kita masing-masing,” kata KH Hasandalam Seminar Nasional & Pelantikan Pengurus Pusat Forum Muballigh Alumni Gontor, Ahad (26/9/2021).
Baca Juga:Menengok Dapur Rekaman Nasyid Gontor, Dakwah Santri Lewat Karya Seni