Pengampunan dan Halal Bihalal: Berjabat Tangan Tanda Lapang Dada
Miftah yusufpati
Sabtu, 29 Maret 2025 - 04:00 WIB
Jabat tangan adalah lambang kesediaan seseorang untuk membuka lembaran baru, dan tidak mengingat atau menggunakan lagi lembaran lama. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Prof Dr M Quraish Shihabmengatakan terdapat beberapa istilah yang digunakanAl-Quranuntuk menyebutkan pengampunan (pembebasan dosa), dan upaya menjalin hubungan serasi antara manusia dengan Tuhannya, antara lain taba (tobat),'afa(memaafkan), ghafara (mengampuni),kaffara(menutupi), danshafah.
"Masing-masing istilah digunakan untuk tujuan tertentu dan memberikan maksud yang berbeda," ujarnya dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat".
Al-Shafh (Lapang Dada)
Ini kali kita membahas Al-Shafh atau lapang dada. Menurut Quraish Shihab, kata al-shafh dalam berbagai bentuk terulang sebanyak delapan kali dalam Al-Quran. Kata ini pada mulanya berarti lapang.
Halaman pada sebuah buku dinamai shafhat karena kelapangan dan keluasannya.
Dari sini, al-shafh dapat diartikan kelapangan dada. Berjabat tangan dinamai mushafahat karena melakukannya menjadi perlambang kelapangan dada.
"Masing-masing istilah digunakan untuk tujuan tertentu dan memberikan maksud yang berbeda," ujarnya dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat".
Al-Shafh (Lapang Dada)
Ini kali kita membahas Al-Shafh atau lapang dada. Menurut Quraish Shihab, kata al-shafh dalam berbagai bentuk terulang sebanyak delapan kali dalam Al-Quran. Kata ini pada mulanya berarti lapang.
Halaman pada sebuah buku dinamai shafhat karena kelapangan dan keluasannya.
Dari sini, al-shafh dapat diartikan kelapangan dada. Berjabat tangan dinamai mushafahat karena melakukannya menjadi perlambang kelapangan dada.