Pembahasan Muktamar Ke-34 PBNU Alot, Begini Ceritanya
Ahmad zuhdi
Senin, 27 September 2021 - 20:30 WIB
Bendera dengan Lambang NU (ilustrasi) Foto: Istimewa
Muktamar Ke-34 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tetap dilaksanakan pada 23-25 Desember 2021 mendatang di Lampung. Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.
Penentuan agenda Muktamar di akhir tahun ini sebenarnya cukup mengalami pembahasan yang alot. Meski terlihat serius, namun sesekali pembahasan waktu Muktamar ini dilengkapi dengan humor, salah satunya dari Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin.
Baca Juga:Survei Calon Ketum PBNU, Ada Nama Ustadz Abdul Somad
Saat memimpin sidang pleno, dia menyampaikan unek-uneknya soal polemik tersebut. “Agar tidak lagi terjadi perselisihan, saya tadinya mau mengusulkan pelaksanaan Muktamar NU di tanggal 30 Desember 2021 sampai tanggal 1 Januari 2022,” ujarnya berkelakar, seperti dikutip laman resmi PBNU, Senin (27/9/2021).
Dia mengaku, sebelum perhelatan Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2021 pada 25-26 September 2021 di Jakarta, polemik waktu pelaksanaan Muktamar NU terus mencuat. Sejumlah pengurus wilayah NU (PWNU) menghendaki pelaksanaan Muktamar pada tahun 2021 ini, sedangkan yang lain mengusulkan tahun 2022 karena pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi.
Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, keputusan mengambil opsi pada tanggal 23-25 akhirnya disepakati seluruh musyawirin. Keputusan tersebut diambil atas musyawarah Ketua Umum PBNU bersama Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini.
Baca Juga:Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa Berlangsung di Surabaya
Penentuan agenda Muktamar di akhir tahun ini sebenarnya cukup mengalami pembahasan yang alot. Meski terlihat serius, namun sesekali pembahasan waktu Muktamar ini dilengkapi dengan humor, salah satunya dari Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin.
Baca Juga:Survei Calon Ketum PBNU, Ada Nama Ustadz Abdul Somad
Saat memimpin sidang pleno, dia menyampaikan unek-uneknya soal polemik tersebut. “Agar tidak lagi terjadi perselisihan, saya tadinya mau mengusulkan pelaksanaan Muktamar NU di tanggal 30 Desember 2021 sampai tanggal 1 Januari 2022,” ujarnya berkelakar, seperti dikutip laman resmi PBNU, Senin (27/9/2021).
Dia mengaku, sebelum perhelatan Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2021 pada 25-26 September 2021 di Jakarta, polemik waktu pelaksanaan Muktamar NU terus mencuat. Sejumlah pengurus wilayah NU (PWNU) menghendaki pelaksanaan Muktamar pada tahun 2021 ini, sedangkan yang lain mengusulkan tahun 2022 karena pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi.
Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, keputusan mengambil opsi pada tanggal 23-25 akhirnya disepakati seluruh musyawirin. Keputusan tersebut diambil atas musyawarah Ketua Umum PBNU bersama Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini.
Baca Juga:Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa Berlangsung di Surabaya