Orasi Budaya Peluncuran Gapura.org: Menteri Kebudayaan Sampaikan Pentingnya Perpusatkaan sebagai Pusat Literasi Pemajuan Kebudayaan
Tim langit 7
Selasa, 29 April 2025 - 12:39 WIB
Orasi Budaya Peluncuran Gapura.org: Menteri Kebudayaan Sampaikan Pentingnya Perpusatkaan sebagai Pusat Literasi Pemajuan Kebudayaan
LANGIT7.ID-Bandung;Menteri Kebudayaan Fadli Zon, hadir dan memberikan orasi budaya dalam acara peluncuran laman Gapura.org (Gala Pustaka Nusantara) di Perpustakaan Ajip Rosidi. Gapura.org merupakan sebuah multiplatform digital kebudayaan Nusantara yang inklusif, berkelanjutan, dan mudah untuk diakses. Gapura.org memuat lebih dari 1 juta halaman yang terdiri dari naskah kuno, buku, majalah, koran, jurnal, hasil penelitian, dan manuskrip. Laman ini merupakan sebuah inisiatif strategis dari Pusat Studi Sunda untuk kebudayaan Nusantara.
Peluncuran Gapura.org secara resmi ditandai dengan simbolis membunyikan alat musik tradisional angklung oleh Menteri Kebudayaan bersamaa-bersama dengan para tamu undangan VIP, diantaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan; Walikota Bandung, M. Farhan; Sekretaris Program Doktor Pascasarjana Bidang Studi (PDPBS), Teddi Muhtadin; Ketua Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi; Perwakilan Yayasan Kebudayaan Rancage, Etti RS; Direktur PT Dunia Pustaka Jaya, Rachmat Taufiq Hidayat; dan perwakilan KITLV-Jakarta Leiden University, Budiman.
Mengawali orasinya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi Gapura.org sebagai sebuah pusat data literasi dan informasi digital yang menyediakan khazanah kebudayaan Nusantara terlengkap. “Ini merupakan sebuah pusat data literasi dan informasi digital yang menjadikan khazanah kebudayaan Nusantara terlengkap dan dapat diakses secara cepat dan akurat dalam momen-momen tertentu yang menuntut efektivitas waktu,” ujarnya.
Menbud mengapresiasi penyusunan Ensiklopedi Sastra Nusantara yang termuat dalam platform ini. "Saya mengapresiasi diluncurkannya ensiklopedi sastra Nusantara yang memuat sebanyak 2.500 entri, yang meliputi ulasan karya sastra, video data sastrawan, proses kreatif, terjemahan, istilah-istilah, dan gejala sastra di Nusantara," ujar Menbud.
Dalam peluncuran yang bertepatan dengan rangkaian peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung ini, Menteri Fadli Zon juga mengingatkan kepada sekitar 180 tamu undangan yang hadir tentang pentingnya literasi dalam sejarah KAA, di mana pernah diadakan Konferensi Penulis Asia Afrika, antara lain pada tahun 1958 di Tashkent dan 1962 di Kairo.
Dalam peluncuran ini, turut hadir juga Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah Tjahjani; Walikota Tasikmalaya, Dicky Chandra Negara; dan jajaran Kementerian Kebudayaan.
Menbud kembali menegaskan mengenai pentingnya pemahaman bahwa Indonesia adalah peradaban tertua di dunia. Hal ini berdasarkan penemuan fosil Homo Erectus dan Pithecanthropus Erectus yang ada di seluruh dunia, paling banyak ditemukan di Indonesia, khususnya dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Nusa Tenggara Timur.
Peluncuran Gapura.org secara resmi ditandai dengan simbolis membunyikan alat musik tradisional angklung oleh Menteri Kebudayaan bersamaa-bersama dengan para tamu undangan VIP, diantaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan; Walikota Bandung, M. Farhan; Sekretaris Program Doktor Pascasarjana Bidang Studi (PDPBS), Teddi Muhtadin; Ketua Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi; Perwakilan Yayasan Kebudayaan Rancage, Etti RS; Direktur PT Dunia Pustaka Jaya, Rachmat Taufiq Hidayat; dan perwakilan KITLV-Jakarta Leiden University, Budiman.
Mengawali orasinya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi Gapura.org sebagai sebuah pusat data literasi dan informasi digital yang menyediakan khazanah kebudayaan Nusantara terlengkap. “Ini merupakan sebuah pusat data literasi dan informasi digital yang menjadikan khazanah kebudayaan Nusantara terlengkap dan dapat diakses secara cepat dan akurat dalam momen-momen tertentu yang menuntut efektivitas waktu,” ujarnya.
Menbud mengapresiasi penyusunan Ensiklopedi Sastra Nusantara yang termuat dalam platform ini. "Saya mengapresiasi diluncurkannya ensiklopedi sastra Nusantara yang memuat sebanyak 2.500 entri, yang meliputi ulasan karya sastra, video data sastrawan, proses kreatif, terjemahan, istilah-istilah, dan gejala sastra di Nusantara," ujar Menbud.
Dalam peluncuran yang bertepatan dengan rangkaian peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung ini, Menteri Fadli Zon juga mengingatkan kepada sekitar 180 tamu undangan yang hadir tentang pentingnya literasi dalam sejarah KAA, di mana pernah diadakan Konferensi Penulis Asia Afrika, antara lain pada tahun 1958 di Tashkent dan 1962 di Kairo.
Dalam peluncuran ini, turut hadir juga Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah Tjahjani; Walikota Tasikmalaya, Dicky Chandra Negara; dan jajaran Kementerian Kebudayaan.
Menbud kembali menegaskan mengenai pentingnya pemahaman bahwa Indonesia adalah peradaban tertua di dunia. Hal ini berdasarkan penemuan fosil Homo Erectus dan Pithecanthropus Erectus yang ada di seluruh dunia, paling banyak ditemukan di Indonesia, khususnya dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Nusa Tenggara Timur.