Pola Militeristik Tak Cocok untuk Siswa, Mending Kirim ke Pesantren
Tim langit 7
Kamis, 08 Mei 2025 - 21:51 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramli
Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramli turut mengomentari kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi terkait kebijakan mengirim siswa yang dianggap “nakal” ke barak militer TNI untuk mendapatkan pelatihan kedisiplinan ala militer.
Menurut Amure, sapaan akrabnya, kebijakan Dedy memang terkesan baik, yaitu untuk memperkuat kedisiplinan dan membangun karakter siswa. Namun ia menilai pola tersebut justru mencabut hakikat pendidikan bagi generasi muda.
"Kalau kita lihat sepintas memang nampaknya pola kebijakan pak Gubernur Jawa Barat itu baik ya, mau membangun kedisiplinan, karakter yang berani. Tapi ingat, hakikat pendidikan untuk anak-anak muda itu bukan begitu, sama sekali tidak militeristik," kata Amure di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu lantas menyarankan pola pendidikan pesantren jauh lebih cocok untuk generasi muda dibanding pola militeristik.
Baca juga:Resmikan Rumah Belajar Namorambe, Mendikdasmen: Partisipasi Semesta Mencerdaskan Bangsa
"Pola pendidikan di pesantren saya kira lebih cocok untuk anak-anak muda kita. Dari dulu polanya untuk menanamkan karakter, disiplin, juga akhlakul karimah. Dan ini saya kira siswa-siswa yang katanya nakal lebih baik dikirim ke pesantren," katanya.
Lebih lanjut Amure menyatakan, perubahan karakter dan perilaku siswa sulit dicapai hanya melalui pelatihan intensif beberapa minggu di barak militer.
Menurut Amure, sapaan akrabnya, kebijakan Dedy memang terkesan baik, yaitu untuk memperkuat kedisiplinan dan membangun karakter siswa. Namun ia menilai pola tersebut justru mencabut hakikat pendidikan bagi generasi muda.
"Kalau kita lihat sepintas memang nampaknya pola kebijakan pak Gubernur Jawa Barat itu baik ya, mau membangun kedisiplinan, karakter yang berani. Tapi ingat, hakikat pendidikan untuk anak-anak muda itu bukan begitu, sama sekali tidak militeristik," kata Amure di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu lantas menyarankan pola pendidikan pesantren jauh lebih cocok untuk generasi muda dibanding pola militeristik.
Baca juga:Resmikan Rumah Belajar Namorambe, Mendikdasmen: Partisipasi Semesta Mencerdaskan Bangsa
"Pola pendidikan di pesantren saya kira lebih cocok untuk anak-anak muda kita. Dari dulu polanya untuk menanamkan karakter, disiplin, juga akhlakul karimah. Dan ini saya kira siswa-siswa yang katanya nakal lebih baik dikirim ke pesantren," katanya.
Lebih lanjut Amure menyatakan, perubahan karakter dan perilaku siswa sulit dicapai hanya melalui pelatihan intensif beberapa minggu di barak militer.