Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 04 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Resmikan Rumah Belajar Namorambe, Mendikdasmen: Partisipasi Semesta Mencerdaskan Bangsa

lusi mahgriefie Rabu, 07 Mei 2025 - 10:36 WIB
Resmikan Rumah Belajar Namorambe, Mendikdasmen: Partisipasi Semesta Mencerdaskan Bangsa
Mendikdasmen Abdul Muti bersama warga sekitar saat peresmian Rumah Belajar Namorambe di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, meresmikan Rumah Belajar Namorambe di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sebagai salah satu bentuk pemerintah mendukung gerakan pendidikan dari akar rumput.

Peresmian ini bukan hanya seremoni semata, melainkan bentuk pengakuan atas praktik baik masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang merata, inklusif, dan bermutu melalui jalur nonformal.

Selaras dengan tema Hardiknas 2025 yaitu Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, Rumah Belajar Namorambe adalah salah satu bukti bagaimana komunitas lokal bergotong-royong menyediakan ruang belajar bagi anak-anak usia 4 sampai dengan 12 tahun, dari berbagai latar belakang agama dan suku.

Rumah belajar ini menjadi oase pendidikan di tengah keterbatasan akses layanan pendidikan formal di wilayah pinggiran kota Medan.

"Kami menyadari sepenuhnya bahwa berbagai layanan pendidikan formal itu memang tidak bisa atau belum bisa menjangkau semuanya. Inilah pentingnya partisipasi masyarakat dalam memberikan layanan belajar melalui rumah-rumah belajar seperti yang sekarang ini diselenggarakan oleh Humanity First, melalui Rumah Belajar Namorambe," kata Abdul Mu’ti saat peresmian Rumah Belajar Namorambe di Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (5/4) lalu.

Menteri Abdul Mu'ti menegaskan bahwa praktik-praktik baik seperti Rumah Belajar Namorambe akan terus didorong dan difasilitasi pemerintah. Ke depan, Kementerian akan memperkuat jalur pendidikan nonformal, termasuk melalui rumah belajar, sekolah satu atap, dan sistem belajar fleksibel berbasis komunitas.

"Apa yang dilakukan Rumah Belajar Namorambe adalah contoh partisipasi semesta. Kita semua bisa ambil bagian dalam upaya mencerdaskan bangsa, mulai dari langkah-langkah kecil yang dampaknya besar," tambahnya.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut bergotong-royong mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, sesuai semangat Hardiknas 2025. Di tengah tantangan zaman dan keterbatasan geografis, gotong royong tetap menjadi jalan utama menuju keadilan dan kemajuan pendidikan Indonesia.

Di sisi lain, antusiasme masyarakat terhadap Rumah Belajar Namorambe sangat tinggi. Banyak orangtua mengaku anak-anak mereka menjadi lebih percaya diri, aktif dalam kegiatan seni, bahkan mulai menunjukkan ketertarikan serius pada bidang akademik—termasuk yang akhirnya melanjutkan kuliah di jurusan bahasa Inggris.

"Etika dan cara berbahasa anak saya berubah sejak ikut belajar di sini. Bahkan anak pertama saya yang alumni rumah belajar ini sekarang sudah kuliah. Rumah belajar ini sangat membantu kami sebagai orangtua," ungkap Desminawati Manurung, salah satu warga.

Berbeda dengan tempat les biasa, rumah belajar ini gratis, inklusif, dan berbasis semangat kerelawanan.

"Yang membuat kami semangat adalah karena anak-anak bisa belajar tanpa beban biaya, dan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga," tambah Beti Ginting, warga lain yang turut hadir dalam peresmian rumah belajar Namorambe.

Dari Teras Masjid Menuju Rumah Belajar yang Inklusif
Aisyah, pengelola Rumah Belajar Namorambe menceritakan bahwa cikal bakal Rumah Belajar Namorambe berawal dari inisiatif almarhumah Ibu Nefi Rahmania pada 2016.

Berbekal keahlian berbahasa Inggris dan keprihatinan terhadap anak-anak di sekitarnya yang kesulitan dalam pelajaran sekolah, ia mulai mengajar secara sukarela di teras masjid dan halaman rumah. Seiring waktu, kegiatan ini berkembang menjadi pusat belajar informal yang kini didukung oleh organisasi kemanusiaan Humanity First.

Saat ini, rumah belajar tersebut memiliki tim relawan aktif yang terdiri dari mahasiswa, ibu rumah tangga, dan tokoh masyarakat. Mereka rutin menyelenggarakan kegiatan belajar bahasa Inggris, matematika, seni budaya, serta pendidikan karakter. Tidak hanya itu, rumah belajar ini juga menjadi ruang aman dan ramah bagi anak-anak dari berbagai agama untuk belajar bersama secara setara.

"Kami sangat bersyukur karena Rumah Belajar Namorambe diterima oleh semua pihak, tanpa memandang latar belakang. Ini membuktikan bahwa semangat belajar bisa menyatukan kita," tutur Ibu Sarinah, koordinator rumah belajar.

Menteri Abdul Mu'ti menegaskan bahwa praktik-praktik baik seperti Rumah Belajar Namorambe akan terus didorong dan difasilitasi pemerintah. Ke depan, Kementerian akan memperkuat jalur pendidikan nonformal, termasuk melalui rumah belajar, sekolah satu atap, dan sistem belajar fleksibel berbasis komunitas.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 04 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)