Ketika Raja Inggris Mengirim Putrinya Belajar ke Universitas Islam di Cordoba
Muhajirin
Rabu, 29 September 2021 - 19:59 WIB
ilustrasi Raja Inggris (foto: langit7.id/istock)
Dahulu, peradaban Islam menjadi kiblat intelektual berbagai peradaban dunia, termasuk Barat. Pemuda-pemudi Barat berbondong-bondong menimba ilmu di lembaga-lembaga keilmuan yang didirikan kekhalifahan Islam. Tak terkecuali putri Raja Inggris.
Ada sebuah surat terkenal dari Raja Inggris saat itu kepada Hisyam Abdul Rahman dari Bani Umayyah yang menjadi penguasa Cordoba pada 788-796 M di Andalusia. Raja Inggris, dalam surat itu, meminta izin untuk putrinya dan anggota istana untuk belajar di Universitas Cordoba.
Universitas Cordoba kala itu paling maju di Eropa. Universitas Cordoba hanya disaingi Universitas Baghdad di Timur di bawah Kekhalifahan Abbasiyah. Cordoba merupakan pusat intelektual di Eropa dan dianggap tempat aman bagi putri raja untuk belajar. Surat itu pun mendapat persetujuan.
Baca Juga: Oxford University Berdiri Terinspirasi dari Kejayaan Wakaf Umat Islam
Pemerintahan dan peradaban muslim yang paling maju dan makmur di Spanyol sangat kontras dengan Eropa Kristen yang kala itu sedang melewati era kegelapan dalam sejarah. Orang Eropa terus-menerus berselisih satu sama lain dan berperang tanpa akhir. Mereka hidup dalam kondisi yang paling tidak higienis dan menyedihkan.
Sudah menjadi kebiasaan bagi bangsawan dan keluarga penguasa di negara-negara Eropa untuk mengirim putra-putri mereka untuk mempelajari ilmu-ilmu modern, seperti kimia, fisika, kedokteran, sejarah, geografi, astronomi, dan filsafat. Tak hanya ke Cordoba, tapi juga di Toledo dan banyak universitas muslim lainnya di Andalusia.
Ada sebuah surat terkenal dari Raja Inggris saat itu kepada Hisyam Abdul Rahman dari Bani Umayyah yang menjadi penguasa Cordoba pada 788-796 M di Andalusia. Raja Inggris, dalam surat itu, meminta izin untuk putrinya dan anggota istana untuk belajar di Universitas Cordoba.
Universitas Cordoba kala itu paling maju di Eropa. Universitas Cordoba hanya disaingi Universitas Baghdad di Timur di bawah Kekhalifahan Abbasiyah. Cordoba merupakan pusat intelektual di Eropa dan dianggap tempat aman bagi putri raja untuk belajar. Surat itu pun mendapat persetujuan.
Baca Juga: Oxford University Berdiri Terinspirasi dari Kejayaan Wakaf Umat Islam
Pemerintahan dan peradaban muslim yang paling maju dan makmur di Spanyol sangat kontras dengan Eropa Kristen yang kala itu sedang melewati era kegelapan dalam sejarah. Orang Eropa terus-menerus berselisih satu sama lain dan berperang tanpa akhir. Mereka hidup dalam kondisi yang paling tidak higienis dan menyedihkan.
Sudah menjadi kebiasaan bagi bangsawan dan keluarga penguasa di negara-negara Eropa untuk mengirim putra-putri mereka untuk mempelajari ilmu-ilmu modern, seperti kimia, fisika, kedokteran, sejarah, geografi, astronomi, dan filsafat. Tak hanya ke Cordoba, tapi juga di Toledo dan banyak universitas muslim lainnya di Andalusia.