home edukasi & pesantren

Keadilan Ilahi: Konsep yang Tak Mudah Dijelaskan Hanya dengan Logika Manusia

Rabu, 21 Mei 2025 - 05:15 WIB
Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa penderitaan bisa menjadi sarana penghapusan dosa atau peningkatan derajat. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Keadilan Ilahi bukanlah konsep yang mudah dijelaskan hanya dengan logika manusia. Ia membutuhkan perspektif iman dan pandangan makro atas ciptaan dan tujuan hidup manusia. Keterbatasan nalar harus diimbangi dengan kekuatan hati dan kepercayaan pada hikmah ilahi yang sering kali tersembunyi.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyatakan bahwa keadilan Tuhan bukan dalam arti kesetaraan matematis, tetapi dalam penempatan sesuatu pada tempatnya yang paling sesuai (wad’u syai’ fi mahallihi). Apa yang tampak tidak adil bagi manusia, mungkin dalam tatanan Tuhan adalah keadilan yang sempurna.

Sedangkan Sayyid Muhammad Husain Thabathaba’i lain lagi. Filsuf dan mufasir Syiah ini menyatakan bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu untuk mencapai kesempurnaan. Keberadaan keburukan adalah jalan bagi sebagian makhluk untuk menuju kesempurnaan tersebut. Dalam pandangannya, keadilan Tuhan berarti tidak menghalangi makhluk dari meraih kesempurnaan yang potensial.

John Hick (Filsuf Kristen) mengembangkan konsep teodise pembentukan jiwa” (soul-making theodicy), yakni bahwa penderitaan adalah bagian dari proses pembentukan karakter manusia yang matang secara spiritual. Dunia ini bukan taman hiburan, tetapi arena untuk ujian dan pertumbuhan rohani.

Ibnu Taimiyyah menyatakan bahwa semua ciptaan Allah baik adanya. Kejahatan tidak berasal dari zat Tuhan, tetapi merupakan konsekuensi logis dari pemberian kehendak bebas pada makhluk.

Baca juga: Makna Keadilan Menurut Al-Quran: Menafikan Kezaliman

Konsep Baik dan Buruk
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya