Pesan Keadilan dalam Al-Qur'an menurut Ibnu Arabi
Miftah yusufpati
Kamis, 22 Mei 2025 - 19:57 WIB
Siapa pun yang merasa sempit oleh keadilan, niscaya akan merasakan bahwa ketidakadilan jauh lebih menyempitkan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Ibnu 'Arabi, seorang pakar tafsir dan hukum Islam yang bermazhab Maliki, tidak sependapat dengan mereka yang memahami kata taqshithu dalam firman Allah sebagai "berlaku adil".
Menurutnya, taqshithu dalam konteks tersebut berarti “memberi bagian dari harta guna menjalin hubungan baik”. Ia menegaskan bahwa keadilan adalah kewajiban yang harus ditegakkan terhadap siapa pun, termasuk terhadap orang-orang kafir, baik yang memerangi maupun yang tidak.
Prof Dr M Quraish Shihab dalam "Wawasan Al-Qur'an" mengutip Ibnu Arabi mengatakan keadilan harus ditegakkan di mana pun, kapan pun, dan terhadap siapa pun—bahkan jika harus dilakukan dengan tindakan tegas.
Salah satu ayat dalam Al-Qur'an menggabungkan simbol “timbangan” (sebagai alat ukur keadilan) dengan “besi” yang juga digunakan sebagai senjata. Ini memberi isyarat bahwa kekuatan, bahkan kekerasan jika diperlukan, adalah salah satu cara untuk menegakkan keadilan:
"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata, dan Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan Al-Mizan (neraca keadilan), dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya besi itu digunakan). Allah mengetahui siapa yang menolong agama-Nya dan membantu rasul-rasul-Nya, walaupun Allah gaib dari pandangan mata mereka." (QS Al-Hadid [57]: 25)
Baca juga: Kebencian Tidak Bisa Dijadikan Alasan untuk Mengorbankan Keadilan
Ayat lain menegaskan pentingnya menegakkan keadilan bahkan di tengah konflik antarkelompok kaum beriman:
Menurutnya, taqshithu dalam konteks tersebut berarti “memberi bagian dari harta guna menjalin hubungan baik”. Ia menegaskan bahwa keadilan adalah kewajiban yang harus ditegakkan terhadap siapa pun, termasuk terhadap orang-orang kafir, baik yang memerangi maupun yang tidak.
Prof Dr M Quraish Shihab dalam "Wawasan Al-Qur'an" mengutip Ibnu Arabi mengatakan keadilan harus ditegakkan di mana pun, kapan pun, dan terhadap siapa pun—bahkan jika harus dilakukan dengan tindakan tegas.
Salah satu ayat dalam Al-Qur'an menggabungkan simbol “timbangan” (sebagai alat ukur keadilan) dengan “besi” yang juga digunakan sebagai senjata. Ini memberi isyarat bahwa kekuatan, bahkan kekerasan jika diperlukan, adalah salah satu cara untuk menegakkan keadilan:
"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata, dan Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan Al-Mizan (neraca keadilan), dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya besi itu digunakan). Allah mengetahui siapa yang menolong agama-Nya dan membantu rasul-rasul-Nya, walaupun Allah gaib dari pandangan mata mereka." (QS Al-Hadid [57]: 25)
Baca juga: Kebencian Tidak Bisa Dijadikan Alasan untuk Mengorbankan Keadilan
Ayat lain menegaskan pentingnya menegakkan keadilan bahkan di tengah konflik antarkelompok kaum beriman: