home edukasi & pesantren

Sejauh Mana Al-Asy‘ari Meninggalkan Mu‘tazilah dan Keikhlasannya terhadap Ajaran Salafiyah?

Senin, 26 Mei 2025 - 05:45 WIB
Meskipun al-Asyari berpendapat bahwa orang-orang mukmin kelak dapat melihat Tuhan di akhirat dengan mata kepala, namun pemahamannya tidak bersifat harfiah. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Sejauh mana al-Asy‘ari meninggalkan ajaran-ajaran Mu‘tazilah dan seberapa besar keikhlasannya terhadap ajaran salafiyah?

Prof. Dr. Zainun Kamal, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, mengatakan untuk mengetahui ajaran-ajaran al-Asy‘ari, kita dapat merujuk pada kitab-kitab yang ditulisnya, terutama:

1. Maqālāt al-Islāmiyyīn, merupakan karya pertamanya dalam membahas persoalan kepercayaan Islam. Buku ini menjadi sumber penting karena ketelitian dan kejujuran penulisnya. Buku ini terdiri atas tiga bagian:

- Tinjauan tentang golongan-golongan dalam Islam;

- Akidah aliran Ashḥāb al-Ḥadīts dan Ahl al-Sunnah;

- Beberapa persoalan ilmu kalam.

2. Al-Ibānah ‘an Uṣūl al-Diyānah, berisi uraian tentang kepercayaan Ahl al-Sunnah serta pernyataan dan penegasan terhadap persoalan-persoalan yang banyak dan penting. Dalam buku ini, al-Asy‘ari menyerang aliran Mu‘tazilah secara keras.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya