Mahasiswa Non Muslim dan Asing di Unwahas Tertarik Pelajari Agama Islam
Arif purniawan
Kamis, 30 September 2021 - 22:25 WIB
Kampus Universitas Wahid Hasyimdi Sampangan Semarang. Foto: istimewa
Mahasiswa nonmuslim dan asing yang ada di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang dengan sukarela mengikuti mata kuliah Ahlusunnah Wal Jamaah.
Padahal kampus hanya mewajibkan bagi yang beragama Islam, akan tetapi non muslim, rupanya mengikuti kuliah.
Hal itu disampaikan oleh Rektor Unwahas Semarang Prof KH Mudzakir Ali, saat menjadi narasumber dalam sarasehan “Pemberdayaan Potensi Daerah dan Percepatan Moderasi Beragama untuk Indonesia Tangguh dan Tumbuh” yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah di Aula IAIN Salatiga, Rabu (29/9).
“Mahasiswa nonmuslim dan asing yang mengambil mata kuliah Aswaja menilai mata kuliah ini sebagai ilmu yang perlu diketahui,” ujarnya di lansir NU Online Jateng.
Baca juga:Mahasiswa IPB Kembangkan Biodiesel dari Minyak Jelantah, Bantu Kesejahteraan Nelayan Kecil
Mudzakir mengatakan, mahasiswa nonmuslim dan asing tersebut tertarik dengan aswaja yang diamalkan mayoritas umat Islam di Indonesia. Aswaja menginspirasi tumbuhnya semangat toleran, dan moderasi dalam beragama sehingga tercipta suasana damai, tenteram dan saling menghargai di tengah beragamnya perbedaan.
“Keragaman itu meliputi berbagai aspek, mulai dari suku, bangsa, bahasa dan keyakinan yang kalau kondisi itu tidak dimenej dengan baik menjadi sumber pemicu konflik yang sulit dikendalikan. Aswaja menginspirasi perbedaan menjadi sebuah kekuatan, bukan pertentangan,” ucapnya.
Padahal kampus hanya mewajibkan bagi yang beragama Islam, akan tetapi non muslim, rupanya mengikuti kuliah.
Hal itu disampaikan oleh Rektor Unwahas Semarang Prof KH Mudzakir Ali, saat menjadi narasumber dalam sarasehan “Pemberdayaan Potensi Daerah dan Percepatan Moderasi Beragama untuk Indonesia Tangguh dan Tumbuh” yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah di Aula IAIN Salatiga, Rabu (29/9).
“Mahasiswa nonmuslim dan asing yang mengambil mata kuliah Aswaja menilai mata kuliah ini sebagai ilmu yang perlu diketahui,” ujarnya di lansir NU Online Jateng.
Baca juga:Mahasiswa IPB Kembangkan Biodiesel dari Minyak Jelantah, Bantu Kesejahteraan Nelayan Kecil
Mudzakir mengatakan, mahasiswa nonmuslim dan asing tersebut tertarik dengan aswaja yang diamalkan mayoritas umat Islam di Indonesia. Aswaja menginspirasi tumbuhnya semangat toleran, dan moderasi dalam beragama sehingga tercipta suasana damai, tenteram dan saling menghargai di tengah beragamnya perbedaan.
“Keragaman itu meliputi berbagai aspek, mulai dari suku, bangsa, bahasa dan keyakinan yang kalau kondisi itu tidak dimenej dengan baik menjadi sumber pemicu konflik yang sulit dikendalikan. Aswaja menginspirasi perbedaan menjadi sebuah kekuatan, bukan pertentangan,” ucapnya.