Kangen Zainuddin MZ: Suami-Istri Perhatian, Simbol Rumah Tangga Sakinah
Ahmad zuhdi
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 07:35 WIB
Ilustrasi pasangan suami istri yang terus berusaha membina rumah tangga. Foto: Langit7.id/iStock
Seorang suami sudah sepatutnya menaruh perhatian, menjaga kehormatan, dan bila perlu ikut membantu serta menolong pekerjaan istrinya sampai kepada hal-hal yang kecil sehingga istri mendapatkan perhatian. Bagi istri, ada tempat dia mengadu, ada tempat dia melarikan persoalan, dan ada tempat dia bercerita.
"Karena tanpa ada perhatian dari seorang suami, biasanya istri akan menjadi malas, baik untuk bersolek, baik untuk membina dan mengatur rumah tangga, dan lain sebagainya. Apalagi tidak berat lidah untuk memuji perbuatan baik istrinya dan tidak mencela secara langsung perbuatan-perbuatan salah istrinya, dia bisa menegur secara bijaksana dan dewasa," kata dai kondang almarhum KH Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya, dikutip Jumat (1/10/2021).
Baca Juga:Kangen Zainuddin MZ: Ketenangan Kunci Utama Capai Rumah Tangga Bahagia
Seorang sahabat bernama Salman al-Farisi mempunyai adik perempuan yang menikah dengan Abu Dzar al-Ghifari, satu hari Salman datang menengok adiknya di rumah Abu Dzar dan mendapati penampilan adiknya tidak rapi. Kemudian Salman mensehati agar adiknya bisa 'bersolek' agar suaminya betah di rumah.
"Kata adiknya, 'percuma saja saya demikian karena suami saya di masjid terus', kemudian Salman mengadukan ke Rasulullah dan Rasulullah mengatakan 'segala sesuatu ada haknya. Allah berhak disembah dan istri berhak dipenuhi hak-haknya," ujarnya.
"Melalaikan salah satu hak berarti melakukan kezaliman. Padahal dengan mendapatkan perhatian apalagi tidak berat lidah, kebahagiaan rumah tangganya rasanya tidak sulit untuk terwujud," ujarnya.
Baca Juga:Kangen Zainuddin MZ: Indonesia Ibarat 5 Jari, Saling Melengkapi
"Karena tanpa ada perhatian dari seorang suami, biasanya istri akan menjadi malas, baik untuk bersolek, baik untuk membina dan mengatur rumah tangga, dan lain sebagainya. Apalagi tidak berat lidah untuk memuji perbuatan baik istrinya dan tidak mencela secara langsung perbuatan-perbuatan salah istrinya, dia bisa menegur secara bijaksana dan dewasa," kata dai kondang almarhum KH Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya, dikutip Jumat (1/10/2021).
Baca Juga:Kangen Zainuddin MZ: Ketenangan Kunci Utama Capai Rumah Tangga Bahagia
Seorang sahabat bernama Salman al-Farisi mempunyai adik perempuan yang menikah dengan Abu Dzar al-Ghifari, satu hari Salman datang menengok adiknya di rumah Abu Dzar dan mendapati penampilan adiknya tidak rapi. Kemudian Salman mensehati agar adiknya bisa 'bersolek' agar suaminya betah di rumah.
"Kata adiknya, 'percuma saja saya demikian karena suami saya di masjid terus', kemudian Salman mengadukan ke Rasulullah dan Rasulullah mengatakan 'segala sesuatu ada haknya. Allah berhak disembah dan istri berhak dipenuhi hak-haknya," ujarnya.
"Melalaikan salah satu hak berarti melakukan kezaliman. Padahal dengan mendapatkan perhatian apalagi tidak berat lidah, kebahagiaan rumah tangganya rasanya tidak sulit untuk terwujud," ujarnya.
Baca Juga:Kangen Zainuddin MZ: Indonesia Ibarat 5 Jari, Saling Melengkapi