Tiga Jenis Kopi Asal Indonesia Tampil di Ajang Specialty Coffee Expo New Orleans 2021
Mahmuda attar hussein
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 15:00 WIB
Kopi Sipirok dan Mandailing di ajang Coffee Expo New Orleans 2021. Foto: istimewa
Perhelatan Specialty Coffee Expo (SEC) New Orleans 2021 yang digelar sejak beberapa hari lalu sejak Kamis 30 September – 3 Oktober 2021, menarik antusias pengunjung dan para pelaku usaha di bidang perkopian.
Salah satu kopi andalan Indonesia, Kopi Luwak Sipirok, yang berasal dari Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara juga turut meramaikan ajang SEC New Orleans ini bersanding dengan Arabika Sipirok dan Arabika Mandailing. Jenis kopi ini khusus dipromosikan Sipirock Coffee dan Indonesia Sustainable Coffee Cooperative (ISCC).
Pemilik Sipirock Coffee, sekaligus CEO ISCC, Ayub Suleman Pulungan mengatakan, kehadiran ketiga jenis kopi unggulan Indonesia dalam ajang internasional itu bertujuan untuk memberi kesan dan pesan ke pasar kopi dunia. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki beragam kopi yang melegenda.
Baca juga:Kopi Bersamamu, Rekomendasi Tempat Nongkrong dan Wisata Agro di Semarang
Menurutnya, produksi Kopi Luwak Sipirok saat ini cukup terbatas, yakni berkisar antara 150-200 kilogram per bulan. Itu pun didapatkan dari lahan kebun kopi seluas enam ribu hektare.
“Proses pengumpulannya pun dilakukan secara alami dari kebun petani kopi. Bukan dari Luwak yang ditangkar, maka jumlahnya cukup terbatas,” kata Ayub.
Menurutnya, para petani pengumpul Kopi Luwak Sipirok yang terbatas ini telah mendapatkan pelatihan khusus dan sertifikasi. Sehingga, kualitas kopi yang diproduksi tetap terjaga dan tidak memasukkan kopi luwak palsu ke pasar eksklusif.
Salah satu kopi andalan Indonesia, Kopi Luwak Sipirok, yang berasal dari Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara juga turut meramaikan ajang SEC New Orleans ini bersanding dengan Arabika Sipirok dan Arabika Mandailing. Jenis kopi ini khusus dipromosikan Sipirock Coffee dan Indonesia Sustainable Coffee Cooperative (ISCC).
Pemilik Sipirock Coffee, sekaligus CEO ISCC, Ayub Suleman Pulungan mengatakan, kehadiran ketiga jenis kopi unggulan Indonesia dalam ajang internasional itu bertujuan untuk memberi kesan dan pesan ke pasar kopi dunia. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki beragam kopi yang melegenda.
Baca juga:Kopi Bersamamu, Rekomendasi Tempat Nongkrong dan Wisata Agro di Semarang
Menurutnya, produksi Kopi Luwak Sipirok saat ini cukup terbatas, yakni berkisar antara 150-200 kilogram per bulan. Itu pun didapatkan dari lahan kebun kopi seluas enam ribu hektare.
“Proses pengumpulannya pun dilakukan secara alami dari kebun petani kopi. Bukan dari Luwak yang ditangkar, maka jumlahnya cukup terbatas,” kata Ayub.
Menurutnya, para petani pengumpul Kopi Luwak Sipirok yang terbatas ini telah mendapatkan pelatihan khusus dan sertifikasi. Sehingga, kualitas kopi yang diproduksi tetap terjaga dan tidak memasukkan kopi luwak palsu ke pasar eksklusif.